
BALIKPAPAN – Warga Negara Asing (WNA) asal India yang masuk ke wilayah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tepatnya ke kota Samarinda, dinyatakan sebelumnya telah terkonfirmasi positiv Covid-19. Tetapi hal tersebut dipastikan bukan gelombang eksodus, hanya saja melakukan proses bongkar muat di sebuah kapal batu bara.
Dalam dua bulan terakhir, terjadi lonjakan besar dalam kasus positif. Bahkan para ahli menyebutkan adanya mutasi ganda dari varian virus corona B.1.617 yang menyebabkan penularan Covid-19 di India lebih cepat terjadi. Sehingga kondisi tersebut langsung disikapi serius oleh pemerintah pusat yang secara resmi menerbitkan kebijakan menolak sementara waktu para pelaku perjalanan dari India mulai Sabtu, 24 April 2021.
Oleh karenanya, untuk mendukung kebijakan tersebut, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi meminta bandara dan juga pelabuhan di Kota Balikpapan agar memperketat penjagaan. Khususnya di area pelabuhan, karena kasus WNA India yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Samarinda masuk melalui jalur laut.
“Kalau bandara saya kira sudah ketat, yang masuk dari mana saja pasti melalui tracking yang ketat. Yang harus diwaspadai mungkin kapal, karena kasus di Samarinda itu masuk lewat kapal batu bara,” ucap Rizal, Sabtu (24/04/2021) kemarin.
Disamping itu, Kepala DKK Balikpapan Andi Sri Juliarty menambahkan, saat ini Dinas Kesehatan Provinsi serta kabupaten/kota diminta membantu Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) mengawasi bandara dan pelabuhan.
“Tadi ada zoom meeting langsung dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait kasus di Samarinda. Instruksinya, dinas kesehatan diwajibkan membantu KKP yang sedang meningkatkan penjagaannya,” tambah Andi Sri Juliarty.
Lebih lanjut ia mencotohkan bantuan tersebut seperti puskesmas yang ada di sekitar bandara atau pelabuhan bersedia jika diminta melakukan tracking terhadap penumpang yang baru saja tiba. Selain itu, DKK Balikpapan juga diminta untuk mengedukasi serta sosialisai kepada masyarakat tentang pencegahan kasus.
“Jika diminta tenaga kesehatan di puskesmas wajib ikut membantu. Juga diminta tingkatkan kewaspadaan tenaga kesehatan mengenai kasus WNA India ini. Terutama agar meningkatkan penggunaan alat pelindung diri (APD),” ucapnya.
Terkait kasus di Kota Samarinda, Jubir Satgas Covid-19 Balikpapan itu menyebut jika pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan, apakah ada varian baru atau tidak.
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan. Mudahan hanya Covid seperti biasa, buka varian yang baru,” tandasnya. (pcm)
Editor: (dy)





