
BALIKPAPAN – Dalam kebijakan Pemerintah pusat yang telah menargetkan pada Juli 2021 ini untuk memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan pun menyatakan kesiapan untuk dapat memenuhi target tersebut.
Kepala Disdikbud Balikpapan, Muhaimin pun sudah menyiapkan berbagai macam hal lainnya mulai dari kesiapan sekolah, termasuk sarana pendukung untuk pencegahan Covid-19 mulai dipersiapkan.
Dirinya menjelaskan, pihaknya sudah melaksanakan 3 hal dalam menyambut pembelajaran tatap muka tersebut. Pertama, sekolah sudah mempersiapkan protokol kesehatan atau prokes. Kemudian yang kedua sekolah sudah pernah melakukan simulasi pembelajaran tatap muka pada bulan Desember 2020 lalu.
Ketiga pemerintah sudah melaksanakan vaksinasi terhadap guru dan tenaga pendidikan di Kota Balikpapan. Dari 7.212, yang sudah divaksin sebanyak 2.750 atau sudah 35 persen.
“Mudahan di bulan Juli 2021 nanti pada saat kita melaksanakan pembelajaran tatap muka semua guru sudah divaksin. Target dari Kementerian Kesehatan guru-guru akan divaksin paling lambat di bulan Juni 2021,” ucap Muhaimin, Kamis (01/04/2021).
Lebih lanjut Muhaimin juga menjelaskan, kalau pandemi Covid melandai atau turun, kemudian guru-guru sudah divaksin dan sekolah sudah melaksanakan prokes serta sudah mempersiapkan 6 daftar periksa, maka pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan, namun secara terbatas pada bulan Juli 2021 nanti.
“Tebatas dulu, dengan maksimal 50 persen peserta didik. Mulai dari Paud, TK, SD dan SMP. Cuma yang di Paud dan TK agak susah. Karena anak masih anak kecil dan biasanya harus ditemani orang tua. Tentu SOP-nya nanti berbeda dengan yang SD atau SMP,” jelasnya.
Mengenai simulasi sebelum PTM, Muhaimin juga menyebutkan jika pihaknya hanya membuat semacam kuesioner lagi kepada orang tua untuk mengetahui tanggapan terhadap sekolah tatap muka di tengah pandemi Covid-19.
“Tetap diberikan pilihan kepada orang tua. Kalau tidak mau sekolah tatap muka, boleh secara daring. Dan yang mau kita layani. Opsinya seperti itu,” pungkasnya. (an)
Editor: (dy)





