Banjir di 7 Desa, Mahasiswa Kecamatan Muara Ancalong Soroti Lambatnya Tindakan Pemkab Kutim

Banjir di Kecamatan Muara Ancalong. (ist)

KUTAI TIMUR – Kecamatan Muara Ancalong, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengalami banjir yang cukup parah pada pertengahan bulan Mei hingga saat ini. Ada 7 desa yang terdampak banjir yaitu Desa Kelinjau Ulu, Kelinjau Ilir, Kelinjau Tengah, Gemar Baru, Senyiur, Long Nah dan Long Poq.

Hal tersebut sangat berimbas pada kehidupan dan aktifitas masyarakat. Terkait hal itu, mahasiswa yang tergabung dalam HIPMA KMA menyoroti mengenai lambannya pemerintah daerah memberikan bantuan.

Seperti lambatnya pendirian posko banjir. Warga pun perlahan sudah mulai mengungsi. Diketahui volume air sempat mencapai kurang lebih 1,5 meter.

“Ini jelas menghambat aktivitas kegiatan masyarakat dan yang saya sesalkan kenapa dalam proses penanganannya sangat lambat dari pemerintah kabupaten kutai timur” ungkap Ery Al Feby,

Hal ini perlu menjadi bahan evaluasi terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Kutim yang dinahkodai oleh Ardiansyah Sulaiman – Kasmidi Bulang .

“Motto Bupati dan Wakil Bupati Kutim soal menata Kutim kembali perlu dievaluasi, mengingat banyaknya desa yang terdampak mengalami banjir yang berakibat terendamnya rumah-rumah warga, salah satunya di pusat ibu kota Kecamatan Muara Ancalong, Desa Kelinjau Ulu dan Ilir itu,” sebutnya. (rcd)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *