
SAMARINDA – Tim baseball Kalimantan Timur (Kaltim) yang kini tengah mematangkan persiapan untuk bertanding pada Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 tahun 2021 di Papua ini tengah dalam program pemusatan latihan daerah (Puslatda). Sejak cabor baseball Kaltim diperbolehkan untuk berlaga di Papua, tim ini terus menggenjot pelatihannya untuk mengejar ketertinggalannya dalam mencapai kondisi fisik yang ingin diraih.
Namun disamping fisik, Sekjen Pengprov Perbasasi Kaltim, Firmanuddin menjelaskan, laporan terakhir yang dirinya terima, pelatih melakukan bongkar pasang pemain untuk mematangkan kesiapannya. Mengingat keterbatasan pemain, sehingga satu atlet perlu bisa mengisi 3 posisi sekaligus.
“Terakhir kita masih ada bongkar pasang di dalam. Hasil dari laporan manager dan pelatih, akhirnya dari 16 itu pun ada yang harus di bongkar pasang satu posisi, tapi ya kita harapkan itu bisa menjadi satu kekuatan lah ya. Karena dengan tadi keterbatasan, si pelatih harus bisa mengukur atletnya atau itu satu orang bisa main di 3 posisi,” jelasnya.
Untuk laporan fisik yang diterima, Firman juga menerangkan bahwa grafik atletnya cukup bagus sejauh ini dan lumayan meningkat, hanya saja belum mencapai target yang diinginkan.
Kendati demikian, atletnya harus bisa mencapai target sebelum keberangkatannya bertanding ke Bumi Cendrawasih. Karena cabor baseball akan dipertandingkan pada tanggal 23 September, sebelum pembukaan PON.
“Sampai sejauh ini alhamdulillah mereka juga sehat, mereka juga grafiknya baik. Dan yang kita harapkan sebenarnya, fix performancenya di tanggal 23 September. Itu mereka bisa tampil diawal, harus tampil lebih baik karena, kita harus curi-curian ini kan, mana game yang harus kita lepas, mana yang harus kita ambil,” terangnya.
Dari kondisi ini, Firman mengatakan bahwa inilah saatnya pelatih unjuk kemampuan untuk dapat mampu mengukur kemampuan atletnya.
“Nah, kondisinya dengan keterbatasan pemain, memang pelatih sudah memberikan gambaran bahwa kita siap. Karena dari 3 PON, kita selalu berada di posisi 4 itu kerena kondisi yang jam tanding kita kurang,” katanya.
“Ya ditambah lagi dengan kondisi pandemi. Seluruh Indonesia kan tidak ada yang bisa secara utuh melakukan pemusatan latihan. Ini PON penuh perjuangan ini,” tambahnya. (dy)





