Memasuki Bulan Ramadhan 1442 H, BI Kaltim Harapkan Masyarakat Agar Tidak Panic Buying

Situasi rapat persiapan jelang Ramadhan yang dihadiri Kepala Bank Indonesia Kalimantan Timur Tutuk Cahyono. (pry)

SAMARINDA – Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, harga sembako di pasar tradisional kian mengalami kenaikan seiring memasuki bulan Suci Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri 1442 H tahun 2021 ini.

Melihat dari hal tersebut, Kepala Bank Indonesia (BI) Kalimantan Timur Tutuk Cahyono mengatakan, kenaikan harga tersebut dikarenakan adanya kepanikan masyarakat saat hendak membeli bahan pokok. Istilah panic buying tersebut membuat ketersediaan bahan pokok menjadi sangat terbatas di pasaran.

Sehingga berkurangnya supply dan tinggi permintaan pasar membuat bahan pokok seringkali mengalami kenaikan menjelang Ramadhan maupun Idul Fitri. Untuk itu ia meminta agar masyarakat lebih bijak lagi dalam membeli bahan pokok.

Selain itu ia juga meminta kepada alim ulama turut mengimbau kepada masyarakat melalui pelajaran ilmu agama.

“Berharap para alim ulama memberikan moral session bahwa lebaran atau puasa Bulan menahan diri sehingga tidak mengkonsumsi berlebihan,” ucap Tutuk Cahyono, Senin (12/04/2021).

Ia menjamin jika pola permintaan maupun supply terkendali dapat mencegah terjadinya inflasi di Kalimantan Timur.

Selain untuk menjaga kondisi supply dan demand stabil, ia meminta kepada seluruh 10 Kabupaten Kota di wilayah Kaltim agar terus berinovasi di sektor ekonomi.

“Salah satu kriteria inovasi paling tidak kalah penting adalah protokol manajemen krisis ke tenaga kerja. Itu yang diharapkan Menko perekonomian bagi Kota Kota maupun provinsi,” ujarnya. (pry)

Editor: (dy)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *