
SAMARINDA – Berdasarkan dari data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, di per bulan September 2020, jumlah penduduk miskin di Kaltim sudah mencapai hingga 243 ribu jiwa. Sedangkan pada Maret 2020 berada di angka 230 ribu jiwa, atau naik sebanyak 0,54 persen. Sehingga tahun 2020 jumlah penduduk miskin di Kaltim menjadi 6,64 persen.
Mengenai hal tersebut, Gubernur Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor mengatakan kemiskinan ini terjadi akibat daei pandemi Covid-19 yang melanda. Sehingga masyarakat yang memiliki mata pencaharian tidak tetap pun berimbas terhadap angka kemiskinan di Kaltim.
Orang nomor 1 di Kaltim itu merasa puas dengan nilai tersebut, karena angka kemiskinan Nasional dengan persentase 10,19 persen Kaltim masih dibawah angka tersebut.
“Artinya dikomparasi di Nasional Kaltim memiliki rekor yang baik. Dan ekspor Kaltim pada kondisi pandemi Masih positif artinya surplus,” tuturnya.
Sementara itu, dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada Maret 2020 lalu, ditemukan adanya Kabupaten/kota dengan jumlah penduduk miskin terbanyak ada di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), dengan persentase 11,44 persen. Sedangkan penduduk miskin paling sedikit berada di Balikpapan dengan jumlah 2,57 persen dari jumlah penduduknya.
Berikut daerah dengan persentase penduduk miskin paling banyak, (Berdasar Susenas Maret 2020).
Mahakam Ulu (11,44 persen)
Kutai Timur (9,55 Persen)
Kutai Barat (9,29 persen)
Paser (9,23 persen)
Penajam Paser Utara (7,36 persen)
Kutai Kartanegara (7.31 persen)
Berau (5,19 persen)
Samarinda (4,76 persen)
Bontang (4,38 persen)
Balikpapan (2,57 persen). (pry)
Editor: (dy)



