
KALTIMEDIA.COM, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat berbagai upaya untuk menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), salah satunya melalui pelaksanaan Job Market Fair (JMF) 2026. Kegiatan bursa kerja tersebut menjadi wadah yang mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha sekaligus membuka peluang penyerapan tenaga kerja di tengah tantangan ekonomi yang masih dinamis.
Pelaksanaan JMF tahap pertama digelar selama dua hari, pada 14 hingga 15 Juli 2026, di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome. Kegiatan ini menghadirkan puluhan perusahaan dari berbagai sektor usaha yang membuka ribuan lowongan pekerjaan bagi masyarakat Kota Balikpapan maupun daerah sekitarnya.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan, Adamin Siregar, mengatakan penyelenggaraan JMF merupakan salah satu langkah strategis pemerintah daerah untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus menjaga stabilitas kondisi ketenagakerjaan di Kota Balikpapan.
“Kami berharap Job Market Fair dapat menjadi sarana yang efektif untuk mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan para pencari kerja, sehingga penyerapan tenaga kerja dapat terus meningkat dan angka pengangguran dapat ditekan,” kata Adamin, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan bursa kerja tidak hanya dilihat dari jumlah pelamar yang berhasil diterima bekerja, tetapi juga dari kontribusinya terhadap penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka yang saat ini berada pada kisaran 5,8 persen.
“Ukuran keberhasilan kegiatan ini bukan semata-mata berapa banyak pelamar yang diterima perusahaan, tetapi sejauh mana kegiatan ini mampu memberikan kontribusi terhadap penurunan tingkat pengangguran di Balikpapan,” katanya.
Adamin menilai penyerapan tenaga kerja, baik pada sektor formal maupun informal, memiliki peran penting dalam menjaga kondisi pasar kerja tetap stabil. Bahkan, apabila sebagian peserta JMF berhasil terserap ke dunia kerja, dampaknya sudah cukup signifikan terhadap pengurangan jumlah pengangguran.
“Apabila kegiatan ini mampu menyerap sekitar 10 hingga 20 persen dari total peserta yang mengikuti bursa kerja, tentu akan memberikan dampak positif yang cukup besar. Apalagi jika sektor informal juga mampu menyerap tenaga kerja, kontribusinya terhadap pengurangan pengangguran akan semakin terasa,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui bahwa kondisi ketenagakerjaan pada tahun ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik internasional mulai memengaruhi dunia usaha, termasuk sejumlah perusahaan yang mengalami penyesuaian operasional hingga melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Kondisi ekonomi global saat ini memang memberikan tantangan tersendiri bagi dunia usaha. Karena itu, target realistis kami adalah menjaga agar tingkat pengangguran tidak mengalami kenaikan dari posisi saat ini,” jelas Adamin.
Menurutnya, mempertahankan TPT pada angka sekitar 5,8 persen di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil sudah menjadi capaian yang cukup baik. Namun demikian, pemerintah daerah tetap berharap angka tersebut dapat terus menurun seiring meningkatnya investasi dan peluang kerja di Kota Balikpapan.
“Harapan kami tentu angka pengangguran dapat terus turun. Namun, jika dalam kondisi saat ini kita mampu menjaga agar tidak meningkat, itu juga merupakan hasil yang positif,” katanya.
Adamin menambahkan, pertumbuhan penduduk dan tingginya mobilitas pencari kerja dari berbagai daerah menuju Balikpapan turut memengaruhi dinamika pasar tenaga kerja di kota ini. Sebagai salah satu kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan menjadi tujuan banyak pencari kerja yang berharap memperoleh peluang kerja yang lebih besar.
Dalam pelaksanaan Job Market Fair 2026, sebagian besar lowongan yang tersedia masih didominasi oleh sektor jasa, seperti pemasaran (marketing), pramuniaga, hingga berbagai posisi pelayanan dan operasional lainnya.
Namun demikian, masih terdapat tantangan berupa kesenjangan antara kebutuhan kompetensi perusahaan dengan kualifikasi yang dimiliki pencari kerja. Kondisi tersebut menyebabkan tidak seluruh posisi yang dibuka dapat langsung terisi.
“Kami juga menerima informasi bahwa beberapa posisi tertentu, terutama di bidang pemasaran, banyak diminati oleh pelamar dari luar daerah sehingga tingkat persaingannya cukup tinggi,” pungkas Adamin. (mang/Adv Diskominfo Balikpapan)



