Gerakan Indonesia ASRI Dimulai dari Pantai Sepinggan, Pemkot Balikpapan Ajak Warga Jadikan Bersih sebagai Budaya

Pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) diawali oleh Pemerintah Kota Balikpapan melalui kegiatan gotong royong membersihkan kawasan Pantai Bandara Sepinggan, Sabtu (11/7/2026).

KALTIMEDIA.COM, BALIKPAPAN – Pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) diawali oleh Pemerintah Kota Balikpapan melalui kegiatan gotong royong membersihkan kawasan Pantai Bandara Sepinggan, Sabtu (11/7/2026). Aksi tersebut menjadi langkah awal pelaksanaan gerakan nasional yang bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Tidak sekadar berfokus pada kegiatan bersih-bersih, Gerakan Indonesia ASRI diharapkan mampu membangun budaya hidup bersih yang tumbuh dari kesadaran masyarakat dan menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Balikpapan, Boedi Liliono, menegaskan bahwa keberhasilan menjaga kebersihan kota tidak dapat bergantung sepenuhnya pada pemerintah maupun petugas kebersihan. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.

“Gerakan Indonesia ASRI hadir bukan hanya untuk membersihkan lingkungan pada hari tertentu, melainkan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama. Kota yang bersih hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat ikut mengambil peran,” ujar Boedi.

Ia menjelaskan, tantangan pengelolaan lingkungan saat ini semakin kompleks seiring meningkatnya produksi sampah rumah tangga, dampak perubahan iklim, hingga meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi di berbagai daerah. Kondisi tersebut menuntut adanya keterlibatan seluruh pihak dalam menjaga lingkungan agar tetap lestari.

“Persoalan lingkungan tidak mungkin diselesaikan oleh pemerintah sendiri. Setiap warga memiliki kontribusi yang sama pentingnya. Ketika masyarakat mulai peduli terhadap kebersihan lingkungan di sekitarnya, dampaknya akan terasa bagi kondisi kota secara keseluruhan,” katanya.

Menurut Boedi, perubahan perilaku masyarakat menjadi fondasi utama keberhasilan Gerakan Indonesia ASRI. Ia mengajak masyarakat untuk membiasakan tindakan sederhana yang memiliki dampak besar, seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan saluran drainase, menghindari pembakaran sampah, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

“Sering kali langkah kecil dianggap tidak berarti, padahal justru kebiasaan sederhana itulah yang membentuk budaya hidup bersih. Kepedulian terhadap lingkungan seharusnya tidak menunggu adanya kegiatan gotong royong atau program tertentu, tetapi dimulai dari rumah dan lingkungan terdekat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Boedi menyebut menjaga kebersihan lingkungan juga memiliki kaitan erat dengan upaya pengurangan risiko bencana, khususnya banjir akibat tersumbatnya saluran air oleh sampah. Selain itu, lingkungan yang terawat akan memberikan dampak positif terhadap kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

“Saluran drainase yang bersih akan membantu memperlancar aliran air sehingga risiko genangan maupun banjir dapat diminimalkan. Jadi manfaat menjaga kebersihan bukan hanya menciptakan lingkungan yang indah dipandang, tetapi juga mendukung kesehatan dan keselamatan masyarakat,” jelasnya.

Pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI di Kota Balikpapan melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, TNI, Polri, Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), organisasi kemasyarakatan, pelaku usaha, hingga komunitas dan relawan lingkungan. Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus dibangun melalui semangat gotong royong.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Semangat kebersamaan dan gotong royong seperti inilah yang perlu terus dipertahankan agar kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada satu kegiatan saja, melainkan menjadi gerakan yang hidup di tengah masyarakat,” katanya.

Boedi berharap Gerakan Indonesia ASRI dapat berkembang menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan masyarakat Balikpapan dan tidak hanya diperingati sebagai kegiatan rutin tahunan.

“Apabila kesadaran menjaga lingkungan tumbuh di setiap lapisan masyarakat, saya yakin Balikpapan akan terus menjadi kota yang bersih, sehat, nyaman untuk dihuni, sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan lingkungan. Itulah tujuan besar yang ingin kita capai bersama melalui Gerakan Indonesia ASRI,” tutupnya. (mang/Adv Diskominfo Balikpapan)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *