Rutan Tanah Grogot Siap Dukung Program MBG, Tunggu Penilaian Ditjenpas

Foto: Kepala Rutan Tanah Grogot, Aris Triyanto. Sumber: Istimewa.
Foto: Kepala Rutan Tanah Grogot, Aris Triyanto. Sumber: Istimewa.

Paser, Kaltimedia.com – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan berencana mengoperasikan 36 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan lembaga pemasyarakatan pada akhir Mei 2026.

Puluhan dapur tersebut merupakan bagian dari total 70 titik lokasi yang telah disiapkan Ditjenpas untuk mendukung program nasional pemenuhan gizi masyarakat.

Namun hingga kini, belum dipastikan apakah Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tanah Grogot masuk dalam daftar lokasi pembangunan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kepala Rutan Tanah Grogot, Aris Triyanto, mengatakan pembangunan dapur MBG memiliki sejumlah persyaratan teknis dan administratif yang harus dipenuhi.

Menurutnya, tim dari Ditjenpas nantinya akan melakukan pengecekan langsung untuk memastikan kesiapan infrastruktur di masing-masing lokasi.

“Memang untuk dapur MBG sendiri itu ada syarat-syaratnya yang harus kita penuhi. Nah, itu nanti tim dari Ditjenpas tentunya akan meninjau langsung kesiapan di sini, apakah infrastrukturnya sudah memenuhi atau tidak,” ujar Aris Triyanto, Selasa (12/5/2026) sore.

Ia menjelaskan hingga saat ini pihak Rutan masih menunggu arahan dan peninjauan dari pemerintah pusat terkait kelayakan pembangunan dapur MBG di Tanah Grogot.

“Jadi nanti kita masih menunggu dari pihak pusat untuk melakukan pengecekan langsung apakah secara teknis maupun syarat-syarat substansi nya sudah sesuai apa belum gitu. Baru nanti setelah di situ sudah oke dan sudah disetujui tentunya, itu bisa mereka menunjuk Tanah Grogot bisa menjadi dapur MBG,” katanya.

Aris juga menegaskan bahwa pengelolaan dapur MBG tidak bisa dilakukan sembarangan. Salah satu syarat penting yakni tenaga dapur wajib memiliki sertifikasi khusus guna menjamin standar kebersihan dan kualitas makanan.

Hal tersebut dinilai penting untuk mencegah potensi masalah kesehatan seperti keracunan makanan.

“Misalnya seperti ada sertifikasi untuk tenaga yang di dapur itu misalnya. Nah, itu harus punya sertifikasinya, enggak bisa sembarangan juga. Takutnya nanti seperti di luar ada kasus keracunan pula nanti. Jadi harus betul-betul petugas yang handal, petugas yang punya sertifikasi,” ujar Aris menerangkan.

Meski demikian, Aris mengakui saat ini Rutan Tanah Grogot masih perlu meningkatkan kompetensi petugas dapur agar memenuhi standar yang ditetapkan Ditjenpas.

Menurut Aris, secara umum fasilitas di Rutan Kelas IIB Tanah Grogot dinilai cukup layak untuk mendukung pembangunan dapur MBG.

“Kalau saya rasa di Rutan kelas IIB Tanah Grogot itu menurut pandangan saya sendiri itu sudah memenuhi lah. Tinggal nanti peningkatan kompetensi para petugas dapur ini yang perlu kita perhatikan ini. Itu untuk supaya memenuhi syarat yang tadi itu,” ucapnya.

Ia pun menegaskan kesiapan pihaknya apabila nantinya ditunjuk langsung oleh Ditjenpas untuk menjadi lokasi pembangunan dapur MBG, sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto. (Dy)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *