
Paser, Kaltimedia.com — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Paser menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif bertema “Peran Pemuda dalam Demokrasi dan Pengawasan Pemilu 2029” di Kecamatan Muara Komam, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan ini diikuti sekitar 120 peserta yang terdiri dari pemuda dan masyarakat setempat, sebagai bagian dari upaya memperkuat kesadaran publik terhadap pentingnya keterlibatan dalam proses demokrasi.
Perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Hartono, menekankan pentingnya pendidikan politik sejak dini.
“Pendidikan politik memberikan pemahaman dasar kepada generasi muda tentang kondisi politik saat ini, termasuk dampak dari keputusan politik yang diambil,” ujarnya.
Anggota Bawaslu Paser, Firman, menyebut peran pemuda menjadi semakin strategis menjelang Pemilu 2029. Hal ini seiring dominasi usia produktif dalam struktur demografi Indonesia.
“Bonus demografi harus menjadi peluang bagi generasi muda untuk terlibat aktif dalam pengawasan pemilu, bukan justru sebaliknya,” jelasnya.
Menurutnya, keterlibatan pemuda akan sangat menentukan kualitas demokrasi di masa mendatang.
Ketua Bawaslu Paser, Nur Khamid, menegaskan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga, tetapi juga masyarakat.
Ia menjelaskan, Bawaslu memiliki mandat mengawasi seluruh tahapan pemilu, mulai dari pencalonan, kampanye, hingga pemungutan dan penghitungan suara.
“Masyarakat perlu didorong untuk aktif mengawasi dan melaporkan jika terjadi dugaan pelanggaran,” tegasnya.
Bawaslu menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dan independensi dalam setiap proses pengawasan, termasuk dalam menangani pelanggaran yang melibatkan pihak berkepentingan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda di Muara Komam semakin memahami peran strategis mereka dalam demokrasi, sekaligus memiliki kesadaran untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berkualitas. (Dy)
Editor: Ang





