
Paser, Kaltimedia.com — Museum Sadurengas direncanakan menjalani revitalisasi pada pertengahan 2026. Program ini difokuskan pada pelestarian benda bersejarah sekaligus meningkatkan daya tarik museum sebagai destinasi wisata edukasi.
Revitalisasi tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, yang mengalokasikan bantuan anggaran untuk penguatan pengelolaan museum daerah.
Kepala Museum Sadurengas, Zulkarnain, menjelaskan bahwa terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi agar bantuan revitalisasi dapat direalisasikan. Salah satunya adalah status bangunan sebagai cagar budaya di tingkat kabupaten dan provinsi.
“Saat ini kami juga sedang dalam proses pengajuan agar masuk kategori cagar budaya nasional,” ujarnya.
Program Edukasi Jadi Penopang Revitalisasi
Sebagai bagian dari persyaratan, pengelola museum aktif menjalankan berbagai program publik, terutama yang menyasar pelajar.
Kegiatan tersebut meliputi lomba edukatif seperti pembuatan vlog museum dan cerdas cermat sejarah, yang bertujuan meningkatkan literasi sejarah generasi muda di Kabupaten Paser.
Selain itu, program kunjungan sekolah juga terus digalakkan, mulai dari tingkat TK hingga SMP, sebagai upaya memperkuat fungsi museum sebagai ruang belajar.
Penataan Koleksi dan Lingkungan Museum
Revitalisasi tidak hanya menyasar bangunan utama, tetapi juga mencakup penataan kawasan, seperti taman, gazebo, serta ruang penyimpanan koleksi.
Beberapa koleksi yang saat ini belum dipamerkan juga akan ditata ulang agar pengelolaannya lebih optimal.
Zulkarnain menambahkan, keberlanjutan program dan aktivitas museum menjadi faktor penting dalam mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
Selain bantuan dari kementerian, sebelumnya museum ini juga telah memperoleh dukungan dari instansi daerah, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur.
Dorong Wisata Sejarah di Paser
Dengan adanya revitalisasi, diharapkan Museum Sadurengas dapat menjadi pusat pelestarian budaya sekaligus destinasi wisata sejarah yang lebih menarik dan representatif.
Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mengenal sejarah lokal Paser. (Dy)
Editor: Ang





