
Kutai Kartanegara, Kaltimedia.com — Museum Negeri Mulawarman kembali menegaskan perannya sebagai pusat edukasi sejarah melalui pameran temporer bertajuk “Warisan Penghubung Peradaban”. Kegiatan ini berlangsung di Gedung A museum, mulai 21 hingga 23 April 2026.
Pameran tersebut menampilkan beragam koleksi keramik bersejarah dari Dinasti Cina dan merupakan peninggalan Kesultanan Kutai Kartanegara. Koleksi ini tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mencerminkan hubungan perdagangan dan budaya pada masa lampau.
Humas UPTD Museum Negeri Mulawarman, Mangir Anggoro Titiantoro, menjelaskan bahwa tema keramik dipilih untuk memberikan pemahaman lebih dalam kepada masyarakat mengenai fungsi dan nilai historis benda tersebut.
“Selain memamerkan koleksi keramik bersejarah, kami juga bekerja sama dengan SMK Negeri 2 Tenggarong. Pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga dapat mencoba langsung proses pembuatan keramik,” ujarnya.
Sementara itu, Kurator museum, Putu Reza Bimantara, menegaskan bahwa pameran ini bersifat terbatas dan menjadi bagian dari upaya publikasi koleksi yang belum banyak dikenal masyarakat.
“Kami memiliki banyak koleksi keramik peninggalan Kesultanan yang perlu dikaji dan dipublikasikan kembali. Pameran ini menjadi sarana untuk mendekatkan warisan tersebut kepada publik,” jelasnya.
Berbagai kegiatan turut melengkapi pameran ini, mulai dari edukasi sejarah, workshop pembuatan gerabah, hingga kuis interaktif dengan hadiah bagi pengunjung. Program ini dirancang untuk menarik minat generasi muda agar lebih mengenal sejarah secara menyenangkan.
Pameran ini terbuka untuk umum tanpa biaya masuk. Melalui kegiatan ini, pihak museum berharap kesadaran masyarakat terhadap pelestarian warisan budaya semakin meningkat. (Dy)
Editor: Ang





