
Samarinda, Kaltimedia.com – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim ke-8 di Paserdipastikan tetap berlangsung pada November 2026. Namun, di tengah tekanan fiskal yang dialami sejumlah daerah, efisiensi anggaran menjadi tantangan utama.
Sebagai solusi, KONI Kalimantan Timur memilih untuk memangkas jumlah nomor tanding tanpa mengurangi cabang olahraga (cabor) yang telah ditetapkan.
Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, menegaskan bahwa jumlah cabor yang akan dipertandingkan sudah final dan tidak akan diubah.
“Ada usulan untuk mengurangi jumlah cabor, tapi saya sampaikan ke Dispora, bahwa jumlah 65 itu sudah final, telah ditetapkan melalui SK. Yang bisa kita lakukan adalah mengurangi nomor tanding, mengacu pada nomor tanding di PON,” ujarnya, Rabu (15/4/2026) pagi.
Langkah ini dinilai sebagai opsi paling realistis untuk menjaga kualitas kompetisi tanpa membebani anggaran.
Salah satu cabor yang menjadi perhatian adalah Shorinji Kempo. Awalnya, Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kaltim mengusulkan 40 nomor tanding.
Namun, menyesuaikan kondisi anggaran, jumlah tersebut telah dikurangi.
“Kami sudah bicarakan ke KONI Kaltim, dari 40 itu jadi 30 nomor tanding. Mudah-mudahan ini tidak berubah lagi,” ujar Mansyur Junus.
Sebagai pembanding, pada Pekan Olahraga Nasional (PON), cabang Shorinji Kempo hanya mempertandingkan 22 nomor. Sementara pada ajang PON Bela Diri sebelumnya, terdapat 28 nomor tanding.
Penyesuaian ini diharapkan tetap menjaga standar kompetisi sekaligus menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
Di tengah penyesuaian tersebut, seluruh pengurus cabang (pengcab) di kabupaten/kota diminta tetap fokus mempersiapkan atlet secara maksimal.
Dengan jadwal yang telah ditetapkan pada 14 November 2026, kesiapan atlet dinilai menjadi faktor kunci kesuksesan Porprov mendatang. (Dy)
Editor: Ang



