
Nunukan, Kaltimedia.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan kondisi stok dan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) tetap aman dan berjalan normal usai insiden kecelakaan pesawat kargo pengangkut BBM di Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi pasokan energi di wilayah tersebut.
“Kami terus memastikan stok BBM di wilayah Krayan dan sekitarnya dalam kondisi aman,” ujar Edi dalam keterangan tertulis yang diterima di Tanjung Selor, Kamis (19/2/2026), dikutip dari Antara.
Siapkan Skema Distribusi Alternatif
Untuk menjaga kestabilan pasokan, Pertamina telah menyiapkan skema distribusi alternatif sebagai langkah mitigasi guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi tanpa hambatan.
Perusahaan juga menyampaikan duka cita dan keprihatinan atas insiden pesawat kargo yang terjadi di wilayah Pa’bettung, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan. Pertamina mendoakan agar proses penanganan berjalan lancar serta seluruh pihak yang terdampak diberikan kekuatan.
Edi menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan operator penerbangan, tim di lapangan, serta otoritas terkait untuk memastikan kronologi dan perkembangan situasi telah terverifikasi secara akurat.
“Kami terus berkoordinasi dengan tim di lapangan dan pihak terkait untuk memastikan setiap informasi yang disampaikan telah melalui proses verifikasi,” jelasnya.
Pesawat Angkut BBM Satu Harga
Berdasarkan informasi terakhir yang dihimpun Antara, pesawat yang mengalami insiden merupakan jenis Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA. Pesawat tersebut melayani penerbangan charter kargo pengangkut BBM dalam rangka mendukung program distribusi BBM Satu Harga ke wilayah perbatasan.
Penerbangan diawaki satu orang pilot tanpa awak kabin maupun penumpang. Pada pemantauan terakhir, pesawat dilaporkan telah menyelesaikan misi distribusi BBM ke Long Bawan dan sedang dalam perjalanan kembali menuju Bandara Juwata Tarakan.
Pertamina menyatakan menghormati proses investigasi yang tengah dilakukan otoritas berwenang serta akan terus memantau perkembangan situasi sambil memastikan distribusi BBM tetap berjalan optimal di wilayah tersebut. (Ang)



