
Samarinda, Kaltimedia.com — Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur melakukan kunjungan mendadak ke SMAN 10 Samarinda, Jalan HAM Rifaddin, Senin (9/2/2026). Inspeksi ini dilakukan menyusul laporan orang tua siswa yang mengeluhkan penurunan kualitas layanan sekolah, khususnya terkait konsumsi makanan bagi siswa yang tinggal di asrama.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, dr Andi Satya Adi Saputra, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memastikan langsung kondisi di lapangan sekaligus menindaklanjuti keluhan yang masuk ke DPRD.
Dalam peninjauan saat jam makan siang, Komisi IV menemukan adanya ketidaksamaan menu yang diterima siswa asrama. Sebagian siswa hanya mendapatkan nasi, telur, dan tahu, sementara menu ayam yang tersedia tidak dibagikan secara merata.
“Kami melihat ada menu ayam, tetapi tidak semua siswa mendapatkannya. Yang kami temukan, menu yang diterima siswa hanya nasi, satu telur, dan tahu,” ungkap Andi.
Andi menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan rasa ketidakadilan di kalangan siswa. Menurutnya, asrama sekolah seharusnya menjadi lingkungan yang menjamin kesetaraan pelayanan bagi seluruh penghuni.
“Tidak boleh ada perbedaan perlakuan. Kalau menunya ayam, maka semua siswa harus mendapatkan menu yang sama. Tidak boleh ada pengecualian,” tegasnya.
Selain persoalan konsumsi, Komisi IV juga menyoroti kendala kelistrikan di lingkungan sekolah dan asrama. Namun, setelah dilakukan pengecekan, DPRD memastikan tidak ditemukan unsur diskriminasi dalam pengelolaan listrik.
“Permasalahan listrik murni karena keterbatasan daya. Maka penerapannya dilakukan secara bergiliran. Ada ruangan yang menyala hari ini, besok berganti,” jelas Andi.
Terkait kualitas makanan, pihak sekolah menjelaskan bahwa penyediaan konsumsi dikelola oleh pihak ketiga dan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia. Meski begitu, Komisi IV menilai alasan tersebut belum sepenuhnya dapat dibenarkan.
“Dengan anggaran Rp15 ribu per sekali makan, seharusnya siswa bisa mendapatkan makanan yang lebih layak. Ini menjadi catatan penting dan harus segera dibenahi,” ujarnya.
Komisi IV DPRD Kaltim berharap hasil inspeksi tersebut menjadi perhatian serius manajemen sekolah dan pengelola asrama, agar pelayanan kepada siswa dapat berjalan adil, layak, dan memenuhi standar kualitas.
Sementara itu, Kepala SMAN 10 Samarinda, Ni Made Adnyani, mengakui bahwa evaluasi menu makanan asrama menjadi salah satu fokus utama setelah adanya masukan dari DPRD Kaltim.
Ia menjelaskan bahwa pengelolaan konsumsi sepenuhnya berada di tangan pihak ketiga, sehingga perbaikan akan diarahkan pada evaluasi kinerja penyedia jasa.
“Masukan dari Komisi IV terutama terkait menu makan. Karena itu dikelola pihak ketiga, maka evaluasi akan kami lakukan pada pelaksanaannya,” katanya.
Terkait isu perbedaan fasilitas pendingin ruangan, Ni Made membantah adanya perlakuan tidak merata di lingkungan sekolah maupun asrama.
“Tidak benar jika ada kelas yang tidak ber-AC. Semua ruang kelas dan kamar asrama sudah dilengkapi AC. Itu merupakan bantuan dari Dinas Pendidikan,” tegasnya.
Ia menambahkan, kendala yang muncul selama ini lebih disebabkan oleh keterbatasan kapasitas daya listrik. Pihak sekolah telah mengajukan penambahan daya dan melakukan pembayaran uang muka, namun masih menunggu proses lanjutan.
“Kami tidak membedakan fasilitas. Kendalanya hanya soal daya listrik yang masih terbatas,” pungkasnya. (Rfh)
Editor: Ang



