
Yogyakarta, Kaltimedia.com – Pemerintah Kabupaten Paser melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (Dispar DIY) sebagai upaya memperluas promosi pariwisata dan pengembangan ekonomi kreatif (ekraf).
Kunjungan tersebut berlangsung di Balai Pengelolaan Kekayaan Intelektual Ruang Ekonomi Kreatif Provinsi DIY dan disambut langsung oleh Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar DIY, Iwan Pramana, bersama jajarannya.
Kepala Bidang Kepariwisataan Disporapar Paser, Khairuddin, mengatakan Yogyakarta dipilih karena menjadi salah satu pusat destinasi wisata nasional yang memiliki ekosistem kreatif kuat, serta menjadi ruang bertemunya wisatawan, komunitas seni, dan mahasiswa dari berbagai daerah.
“Ini merupakan langkah awal kami untuk memperkenalkan potensi pariwisata Paser secara langsung di kota wisata. Jogja memiliki ekosistem yang lengkap dan sangat strategis untuk promosi daerah,” ujar Khairuddin, Kamis (5/2/2026).
Ia menjelaskan, konsep promosi yang direncanakan tidak hanya menampilkan destinasi wisata, tetapi juga mengangkat kekayaan budaya, produk UMKM, serta potensi ekonomi kreatif Kabupaten Paser agar lebih dikenal oleh masyarakat luar daerah.
Dalam pelaksanaannya, Bidang Ekonomi Kreatif Disporapar Paser turut mendorong keterlibatan talenta-talenta daerah yang berada di perantauan, khususnya mahasiswa asal Paser dan Kalimantan Timur yang tengah menempuh pendidikan di kota-kota wisata.
“Kami ingin talenta Paser tidak hanya menjadi penonton. Mereka bisa tampil dan berkontribusi sebagai duta daerah melalui seni, musik, pertunjukan, dan kreativitas lainnya,” katanya.
Rencananya, kegiatan promosi tersebut akan melibatkan mahasiswa asal Paser dan Kaltim yang memiliki beragam talenta, dikemas dalam bentuk pertunjukan seni, pameran ekonomi kreatif, serta aktivitas promosi pariwisata di ruang publik strategis di Yogyakarta.
Kegiatan ini juga akan menggandeng pihak ketiga yang direkomendasikan oleh Dispar DIY guna memastikan pelaksanaan berjalan efektif dan efisien.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar DIY, Iwan Pramana, menilai promosi daerah akan lebih optimal jika dilakukan di ruang publik yang ramai dikunjungi wisatawan dan mahasiswa.
“Beberapa lokasi yang relevan di antaranya Teras Malioboro, Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, serta Taman Budaya Embung Giwangan. Tempat-tempat tersebut cocok untuk pameran, diskusi, maupun pertunjukan seni,” jelas Iwan.
Ia juga menyampaikan kesiapan pihaknya untuk merekomendasikan vendor kegiatan berpengalaman dengan biaya terjangkau serta memberikan kemudahan pemanfaatan fasilitas balai bagi komunitas kreatif. Namun demikian, koordinasi jadwal tetap diperlukan mengingat padatnya agenda kegiatan di Yogyakarta, khususnya pada periode Juni hingga Desember.
“Dengan konsep yang tepat, kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan Paser sebagai daerah tujuan wisata, tetapi juga menggerakkan ekonomi kreatif serta memberdayakan talenta daerah di perantauan,” pungkasnya. (Dy)
Editor: Ang



