Lelang Hampir Rampung, Jalur Rusak Kelai–Labanan Berau Siap Diperbaiki

Gambar saat ini: Foto: Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Sya’diah. Sumber: Istimewa.
Foto: Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Sya’diah. Sumber: Istimewa.

Samarinda, Kaltimedia.com — Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Sya’diah, memastikan bahwa proyek perbaikan jalan Kelai–Labanan di Kabupaten Berau segera memasuki tahap pelaksanaan. Ia menyampaikan bahwa proses lelang saat ini sudah hampir selesai sehingga pekerjaan fisik hanya tinggal menunggu finalisasi administrasi.

Syarifatul menilai ruas tersebut sudah dalam kondisi yang sangat buruk dan selama bertahun-tahun menjadi salah satu titik keluhan terbesar masyarakat. Aduan mengenai jalan rusak tak hanya diterima melalui kanal resmi pemerintah, tetapi juga terus bermunculan di berbagai platform media sosial.

“Kerusakannya sudah sangat parah, terlebih saat malam hari. Banyak kendaraan terguling karena kontur jalannya menanjak dan menurun, ditambah lubang-lubang besar di berbagai titik. Masyarakat ramai mengeluhkan ini di media sosial,” ungkapnya, Selasa (25/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa hasil advokasi DPRD bersama Pemerintah Provinsi Kaltim akhirnya menunjukkan perkembangan positif. Pemprov telah mengalokasikan anggaran besar untuk memperbaiki jalur yang dinilai memiliki nilai strategis tinggi tersebut.

“Syukurlah, perjuangan kami bersama Pak Gubernur akhirnya terwujud. Anggaran sekitar Rp220 miliar untuk perbaikan jalan di Kutim dan koridor Kelai–Labanan sudah masuk lelang. Artinya kontraknya sudah siap dan pengerjaan segera dimulai,” jelasnya.

Ruas Kelai–Labanan disebut menjadi jalur vital yang menghubungkan Berau, Kutai Timur, hingga Kota Samarinda. Dengan fungsi pentingnya bagi transportasi dan mobilitas masyarakat, Syarifatul menilai percepatan perbaikan ini merupakan kabar baik bagi warga yang sehari-hari melewati kawasan tersebut.

“Ini kabar baik terutama bagi pengguna jalan yang setiap hari bergantung pada rute ini. Jalur tersebut sangat vital bagi pergerakan ekonomi di kawasan timur Kalimantan,” ujarnya.

Selain kepentingan ekonomi, faktor keselamatan juga menjadi alasan utama mendesaknya perbaikan. Ruas tersebut diketahui kerap menjadi lokasi kecelakaan, seiring kerusakannya yang tak kunjung mendapat penanganan menyeluruh.

“Kita ingin tidak ada lagi korban di jalan ini. Perbaikan sangat mendesak,” tegasnya.

Kerusakan jalan bahkan sempat menghambat berbagai kegiatan masyarakat. Salah satunya dialami peserta perkemahan Dewan Kerja Daerah se-Kaltim di Berau, yang mengeluhkan sulitnya akses saat melintas di kawasan tersebut.

“Peserta yang datang lewat jalur darat hampir semuanya mengaku kesulitan karena kondisi jalan yang memprihatinkan,” tambahnya.

Dengan perbaikan yang segera dikerjakan, Syarifatul berharap proyek dapat diselesaikan secara profesional dan sesuai standar. Ia menekankan bahwa hasil pembangunan harus mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan memperlancar arus distribusi logistik di wilayah Kalimantan Timur. (Rfh)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *