
Samarinda, Kaltimedia.com – Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 yang akan digelar pada 11–26 Oktober 2025 di Kudus, Ketua Umum KONI Kalimantan Timur (Kaltim) Rusdiansyah Aras menyampaikan sejumlah catatan penting bagi jajaran pembina olahraga di daerah.
Menurutnya, ajang ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga momentum penting untuk pemetaan atlet unggulan yang akan dipersiapkan menuju PON XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (NTB/NTT).
“PON Bela Diri di Kudus ini adalah laboratorium terbuka untuk memetakan potensi atlet. Hasilnya akan menjadi dasar pembinaan jangka panjang menuju PON 2028,” ujar Rusdiansyah, Selasa (7/10/2025).
Ia menekankan pentingnya sinergi tiga bidang utama KONI, yaitu Pembinaan Prestasi (Binpres), Penelitian dan Pengembangan (Litbang), serta Sport Science (Ilmu Keolahragaan). Ketiganya, kata Rusdi, harus bekerja terintegrasi agar menghasilkan data yang akurat, objektif, dan aplikatif.
“Binpres berperan menentukan siapa yang unggul berdasarkan hasil pertandingan, Litbang mencari tahu mengapa unggul lewat analisis data, dan Sport Science menjelaskan bagaimana mengembangkan keunggulan itu secara ilmiah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rusdi menjabarkan peran masing-masing bidang.
Bidang Binpres menjadi pelaksana utama dalam pemantauan kinerja dan hasil tanding, termasuk mencatat performa, kualitas lawan, serta strategi yang digunakan atlet selama kompetisi. Dari data itu, KONI bisa menentukan prioritas cabang olahraga dan atlet potensial menuju 2028.
Bidang Litbang bertugas mengolah data kuantitatif dan kualitatif melalui instrumen penilaian, statistik tanding, hingga analisis teknik dan taktik. Litbang juga diharapkan dapat membangun basis data nasional (Talent Pool) bagi atlet bela diri.
Sementara Sport Science fokus pada dukungan ilmiah, mulai dari pengukuran fisik dan fisiologis atlet, analisis biomekanika untuk efisiensi gerakan, hingga evaluasi psikologi dan gizi atlet selama kompetisi.
Dari sinergi ketiga bidang tersebut, KONI Kaltim berharap bisa melahirkan “Roadmap Atlet” yang komprehensif dan berbasis data.
“Tujuan akhirnya agar seleksi dan pembinaan atlet menuju PON 2028 dilakukan secara data-driven, bukan sekadar berdasarkan penilaian subjektif. Dengan begitu, atlet yang disiapkan benar-benar yang terbaik,” tegas Rusdi. (Dy)
Editor: Ang



