
Kaltimedia.com, Samarinda – Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menekankan agar rencana pembangunan 10 incinerator oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tidak menimbulkan persoalan baru bagi warga.
Ia mengingatkan, pemilihan lokasi harus dipertimbangkan matang agar tidak berdampingan langsung dengan pemukiman.
“Makanya kita memastikan tempat-tempatnya tadi bahwa tempat incinerator ini tidak dekat sekali dengan pemukiman,” kata Deni, Kamis (11/9/25).
Menurutnya, pembangunan incinerator bisa menjadi langkah strategis pengelolaan sampah jika didukung perencanaan yang matang dan teknologi ramah lingkungan.
“Pembangunan incinerator tidak menimbulkan polusi, tidak menimbulkan pencemaran lingkungan di sekitar. Infonya kalau tidak salah di bulan 10 ini mulai dijalankan,” jelasnya.
Meski demikian, DPRD masih menunggu penjelasan resmi terkait spesifikasi mesin yang akan digunakan.
“Kita belum tahu spesifikasi mesin incinerator ramah lingkungan itu yang seperti apa,” tegasnya.
Deni memastikan DPRD akan melakukan pengawasan ketat, termasuk memantau langsung proses pemasangan incinerator di lokasi yang ditetapkan.
“Nanti kita akan melihat ketika itu memang sudah betul-betul datang,” ujarnya.
Selain aspek teknis, ia menekankan pentingnya efektivitas operasional incinerator dalam jangka panjang.
Program ini, kata Deni, harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari sisi kesehatan maupun lingkungan.
“Program pembangunan 10 incinerator ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan sampah di Samarinda yang mencapai ratusan ton per hari,” pungkasnya. (AdvDf)





