
Samarinda – Lonjakan kasus campak yang kembali mencuat di berbagai daerah mendapat sorotan dari DPRD Kota Samarinda.
Wakil Ketua Komisi IV, Sri Puji Astuti, menegaskan bahwa kunci pencegahan ada pada kesadaran orang tua untuk melengkapi vaksinasi anak sejak dini.
“Anak seharusnya sudah mendapatkan vaksin campak ketika berusia sembilan bulan. Jika tidak lengkap, risikonya jauh lebih besar,” ujarnya, Jumat (5/9/2025).
Puji mengingatkan, campak bukan hanya penyakit ringan dengan gejala demam dan ruam kulit. Virus ini bisa berkembang menjadi komplikasi serius seperti radang otak, meningitis, hingga kerusakan paru-paru.
“Kalau sudah menyerang organ vital, penanganannya semakin sulit dan bisa berujung fatal,” katanya.
Ia menyoroti fakta bahwa sebagian besar pasien campak adalah balita yang tidak pernah mendapatkan imunisasi lengkap. Padahal, menurutnya, campak termasuk penyakit dengan tingkat penularan yang sangat cepat.
“Dibanding penyakit lain, campak lebih agresif. Karena itu, vaksinasi adalah benteng paling efektif,” tegas politisi asal Samarinda itu.
Meski pemerintah telah menyiapkan program imunisasi nasional, keberhasilannya tetap bergantung pada peran orang tua.
“Kalau orang tua abai, semua upaya pemerintah tidak akan maksimal,” ujarnya.
Puji menutup dengan berpesan bahwa kesehatan anak merupakan bagian dari investasi jangka panjang.
“Jangan sampai kelalaian orang tua membuat anak menderita penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan vaksinasi,” pungkasnya. (Adv/Df)



