
Samarinda, Kaltimedia.com – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas Pemerintah Kota Samarinda dan dilaksanakan di 26 Puskesmas ternyata belum mendapat respon maksimal dari masyarakat.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, mengungkapkan bahwa meski layanan ini sudah berjalan beberapa bulan, tingkat partisipasi warga masih rendah.
“Program ini seharusnya bisa membantu masyarakat menjaga kesehatan tanpa mengeluarkan biaya, tapi kenyataannya pemanfaatannya masih sangat minim,” tutur Novan, Sabtu (6/9/2025).
Ia menegaskan bahwa CKG sepenuhnya tidak dipungut biaya. Puskesmas sudah menyiapkan tenaga medis dan fasilitas, sehingga masyarakat tinggal datang dan memanfaatkan layanan tersebut.
Menurut Novan, salah satu penyebab rendahnya partisipasi adalah kurangnya sosialisasi langsung di lingkungan warga. Ia menilai Ketua RT dan perangkat daerah seharusnya lebih aktif menyampaikan informasi, tidak hanya mengandalkan papan pengumuman atau media sosial.
“Banyak masyarakat yang tidak tersentuh informasi kalau hanya diumumkan secara umum. Harus ada pendekatan personal agar warga tahu dan merasa terdorong untuk datang,” jelas politisi Partai Golkar ini.
Lebih lanjut, Novan berharap program CKG bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh kalangan. Menurutnya, pencegahan melalui pemeriksaan kesehatan dini jauh lebih efektif dibanding menunggu sampai sakit.
“Kami mendorong warga memanfaatkan layanan ini. Dengan cek kesehatan gratis, masyarakat bisa lebih tenang menjaga kesehatannya tanpa terbebani biaya,” pungkasnya. (Rfh)
Editor: Ang





