
Samarinda – Proyek pembangunan Sport Hub dan Driving Range di Kota Samarinda dengan nilai investasi Rp38 miliar menuai perhatian serius dari DPRD.
Ketua Komisi III, Deni Hakim Anwar, menilai proyek ini harus dijalankan secara profesional agar tidak menjadi beban di masa depan.
Sport Hub dirancang sebagai pusat olahraga terpadu dengan konsep one stop sport center yang mencakup kolam renang, pusat kebugaran, ruang komersial, dan fasilitas hiburan lainnya. Proyek ini terbagi dalam dua tahap, masing-masing dengan anggaran Rp19 miliar.
Tahap pertama telah rampung, sementara tahap kedua sedang berjalan dan meliputi pembangunan kolam renang ukuran 20×24 meter, gym, serta area promosi. Meski mengapresiasi konsepnya, Deni menyoroti kualitas teknis yang dinilai belum sebanding dengan nilai proyek.
Ia menilai, beberapa material bangunan seperti railing tangga terkesan biasa saja. Padahal, dengan nilai investasi yang besar, seharusnya digunakan bahan yang lebih premium agar sesuai dengan harapan publik.
“Kalau railingnya hanya standar, kesannya tidak mencerminkan proyek puluhan miliar. Mestinya dipilih material yang bisa tampil lebih representatif, misalnya kaca seperti di pusat perbelanjaan,” ujar Deni saat diwawancarai, Kamis (24/7/2025).
Selain itu, proyek Driving Range yang disebut sebagai fasilitas golf digital pertama di Kalimantan juga tak luput dari perhatiannya. Deni menilai fasilitas ini memiliki prospek PAD, tetapi pengelolaannya harus dirancang dengan sistem yang matang.
“Kalau pengelolaan tidak dikuatkan sejak awal, peluang untuk menjadi pemasukan daerah bisa gagal. Ini investasi besar, perlu manajemen yang presisi,” ungkapnya.
Ia mengingatkan agar pemerintah tak mengulangi kegagalan masa lalu dalam mengelola fasilitas publik. Kolam renang lama yang terbengkalai sebelum dialihfungsikan menjadi Sport Hub disebutnya sebagai contoh yang harus dihindari.
“Kita sudah pernah punya fasilitas bagus tapi akhirnya mangkrak karena kelalaian manajemen. Jangan sampai itu terulang,” tegas Deni.
Dari sisi pelaksanaan, proyek Sport Hub tahap kedua dikerjakan dalam waktu 168 hari kalender oleh kontraktor berbeda dari proyek Driving Range. Sementara Driving Range sendiri menghabiskan anggaran Rp33 miliar, dengan sebagian besar biaya digunakan untuk perangkat digital impor dari Korea Selatan.
Komisi III DPRD memastikan akan terus mengawasi jalannya proyek hingga selesai. Menurut Deni, keberhasilan proyek bukan hanya dilihat dari bangunan yang berdiri, tetapi dari manfaat nyata yang bisa dirasakan warga.
“Proyek ini harus benar-benar hidup. Fasilitasnya harus dipakai, bukan sekadar dibangun,” pungkasnya. (Adv)





