Gubernur Kaltim Teken SK Hibah untuk KONI, Atlet Masih Tagih Kepastian Bonus PON

Foto: Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras. Sumber: Istimewa.
Foto: Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras. Sumber: Istimewa.

Samarinda, Kaltimedia.com – Harapan dunia olahraga Kalimantan Timur mulai kembali hidup setelah Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, resmi menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim pada Kamis sore (24/07/2025). Penandatanganan ini dianggap sebagai titik terang di tengah mandeknya pembinaan atlet dan kegiatan keolahragaan di Benua Etam.

Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, menyambut kabar baik tersebut dengan rasa syukur. Ia menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Rudy Mas’ud, Wakil Gubernur Seno Aji, dan Kepala Dispora Kaltim Agus Hari Kusuma atas komitmen mereka dalam mendukung keberlanjutan dunia olahraga.

“Setelah penantian panjang, akhirnya roda organisasi bisa kembali berjalan. Terima kasih atas dukungan penuh dari pemerintah provinsi,” ujar Rusdiansyah.

Sebelumnya, lambannya pencairan dana hibah sempat berdampak langsung pada cabang olahraga (cabor), termasuk pembatalan partisipasi tim cricket Kaltim dalam Kejuaraan Nasional di Bali—ajang penting untuk lolos ke Pra PON 2027.

Dengan ditandatanganinya SK hibah ini, KONI kini menunggu proses selanjutnya dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, sebagai lembaga penyalur hibah. Dana sebesar Rp45,5 miliar yang tertera dalam Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) akan digunakan untuk kebutuhan operasional organisasi, kegiatan cabor, serta membayar talangan mandiri berbagai cabor yang sudah mencapai Rp4,1 miliar.

Namun di balik kabar baik ini, para atlet Kaltim masih menyimpan kegelisahan. Hingga kini, belum ada kepastian mengenai bonus bagi para peraih medali di PON XXI/2024 di Aceh-Sumatera Utara. Nominal dan waktu pencairan bonus yang dijanjikan belum juga diumumkan.

Ketua Forum Pelatih dan Atlet Kaltim, Romiansyah, mengungkapkan bahwa keresahan ini sudah berlangsung sejak lama. Meskipun pihaknya telah melayangkan surat permohonan audiensi kepada pemerintah sejak Maret lalu, belum ada respons resmi yang diterima.

“Bonus itu bukan soal nominal semata, tapi bentuk penghargaan terhadap kerja keras atlet yang sudah mengharumkan nama daerah. Kami perlu tahu: berapa bonusnya, dan kapan dibagikan?” ujar Romi yang juga merupakan pelatih sepatu roda.

Ia menambahkan, sekitar 30 cabor telah menyatakan dukungan terhadap forum ini, dan beberapa pihak mulai mempertimbangkan aksi lanjutan jika tidak ada kejelasan dari pemerintah. Meski begitu, untuk saat ini mereka tetap mengedepankan jalur komunikasi dan berharap ada niat baik dari Pemprov untuk menyelesaikan persoalan ini.

Dengan telah ditekennya SK hibah KONI, dunia olahraga Kaltim kini berharap langkah selanjutnya adalah menyelesaikan janji bonus atlet agar tidak ada lagi perjuangan yang dibiarkan menggantung. (Dy)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *