Dorong UMKM Naik Kelas, Pemkot Samarinda Andalkan Kredit Bertuah dan Digitalisasi

Foto: Asisten II Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy. Sumber: Istimewa.
Foto: Asisten II Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy. Sumber: Istimewa.

Samarinda, Kaltimedia.com – Pemerintah Kota Samarinda terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu terobosan utama yang kini diandalkan adalah program Kredit Bertuah, yakni skema pinjaman tanpa bunga dan tanpa agunan yang dirancang khusus bagi pelaku usaha mikro.

Bekerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD), program ini memberikan akses pembiayaan hingga Rp25 juta. Targetnya adalah pelaku UMKM yang selama ini kesulitan mendapatkan layanan kredit dari lembaga keuangan formal karena terkendala jaminan dan prosedur administrasi yang rumit.

Asisten II Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menegaskan bahwa program ini bukanlah bantuan sosial melainkan bentuk pinjaman produktif yang wajib dikembalikan.

“Ini bukan hibah. Dana ini harus dikelola secara bertanggung jawab karena tujuannya adalah mendorong pertumbuhan usaha, bukan sekadar memberi bantuan,” ujar Marnabas, Kamis (17/7/2025).

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Kredit Bertuah diperuntukkan sebagai modal pengembangan, bukan dana awal tanpa perencanaan. Oleh karena itu, pelaku UMKM diharapkan memiliki rencana usaha yang jelas sebelum memanfaatkan skema ini.

Program ini merupakan bagian dari visi besar Wali Kota Samarinda dalam memperkuat perekonomian masyarakat melalui sektor mikro. Pemerintah daerah meyakini UMKM memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan roda ekonomi kota.

Sebagai langkah nyata, Pemkot tengah merancang pusat UMKM yang akan ditempatkan di area Swalayan 88. Direncanakan akan tersedia sekitar 50 gerai, yang mampu menyerap sedikitnya 100 tenaga kerja lokal.

Selain dukungan permodalan, Pemkot Samarinda juga mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui promosi produk dan digitalisasi sistem usaha. Marnabas mengajak media dan masyarakat untuk turut ambil bagian dalam memperkenalkan produk lokal.

“Produk UMKM tidak akan dikenal jika tidak dipromosikan. Belanja produk lokal itu bisa menyenangkan, apalagi jika produknya unik. Pemerintah siap memfasilitasi promosi dan memperluas jaringan pasar,” katanya.

Dalam hal digitalisasi, Pemkot telah sukses menerapkan sistem pembayaran digital di Pasar Merdeka dan akan memperluasnya ke pusat-pusat UMKM lainnya. Langkah ini diyakini akan meningkatkan efisiensi transaksi dan memperluas jangkauan pemasaran UMKM.

Dengan strategi terpadu berupa pembiayaan yang mudah, promosi yang aktif, dan digitalisasi yang berkelanjutan, Pemkot Samarinda berharap UMKM lokal tak hanya bertahan, tetapi mampu naik kelas dan menjadi motor utama penggerak ekonomi kota. (Rfh)Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *