
Samarinda, Kaltimedia.com – Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kalimantan Timur, Aji Muhammad Fitra Firnanda, mengungkapkan sejumlah faktor yang menjadi penyebab kegagalan tim golf Kaltim meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 di Aceh-Sumatera Utara.
Menurut Fitra, kendala utama terletak pada tidaknya dimilikinya akademi golf di Benua Etam. Hal ini membuat kualitas pembinaan atlet tidak sebanding dengan daerah-daerah lain seperti Jawa Barat, Jakarta, dan Banten yang memiliki fasilitas pelatihan dan akademi secara profesional.
“Sebagian besar atlet kita berasal dari caddy, mereka belajar golf secara otodidak dari pengalaman bertahun-tahun di lapangan. Sementara lawan mereka di PON adalah atlet lulusan akademi. Ini jelas berbeda dari sisi pembinaan,” ujar Fitra saat ditemui di Samarinda.
Fitra menegaskan bahwa secara potensi, atlet-atlet golf Kaltim memiliki kemampuan bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Namun, keterbatasan sistem pembinaan formal dan minimnya fasilitas pelatihan menjadi hambatan utama.
Ia menambahkan, sempat terjadi kendala dalam pengiriman atlet ke PON. Awalnya hanya dua atlet yang disetujui berangkat, namun setelah pertimbangan lebih lanjut, seluruh tujuh atlet potensial dikirimkan, yang kemudian berhasil menyumbangkan satu medali perak dan dua perunggu untuk Kalimantan Timur.
“Kami sempat hampir tidak berangkat. Tapi setelah perjuangan, akhirnya bisa kirim semua atlet dan hasilnya cukup membanggakan,” imbuhnya.
Menanggapi anggapan bahwa golf adalah olahraga mahal dan eksklusif, Fitra membantah secara langsung. Ia menyebut bahwa olahraga ini dapat dibuat lebih terjangkau jika disediakan fasilitas driving range yang menjadi sarana latihan dasar bagi para atlet.
“Golf bisa dibuat murah, tidak selalu mahal. Kuncinya di driving range. Di situlah latihan dimulai, bukan langsung ke lapangan luas. Kalau hanya untuk latihan teknik, driving range sudah cukup efektif,” jelasnya.
Saat ini, PGI Kaltim tengah mengupayakan agar cabang olahraga golf bisa dipertandingkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim ke-8 yang dijadwalkan digelar di Kabupaten Paser tahun 2026.
Namun, Fitra mengakui bahwa minimnya venue yang layak menjadi tantangan tersendiri, karena hingga saat ini tuan rumah belum memiliki lapangan atau fasilitas pendukung yang memadai untuk menggelar pertandingan golf.
“Kami terus dorong agar golf bisa masuk Porprov 2026. Tapi masih menunggu kesiapan venue dari tuan rumah,” tutup Fitra. (Dy)
Editor: Ang





