
Samarinda – Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Jasno, tengah menyoroti permasalahan infrastruktur di kawasan ujung Kota Samarinda, lantaran minimnya pembangunan dan perhatian dari Pemkot.
Seperti daerah Simpang Pasir, Palaran, yang mengalami permasalahan rusaknya jalan akibat truk bermuatan besar dan berat. Padahal sempat ada perbaikan, namun seringnya kontainer melintas, upaya tersebut belum menemukan solusi yang konkret, sehingga hal ini dikeluhkan warga.
“Beberapa ruas jalan di sana rusak parah karena dilewati kendaraan berat. Meski sebagian sudah diperbaiki, masalah ini belum selesai,” kata Jasno, Senin (24/2).
Tidak hanya itu, akses air bersih yang sulit didapatkan sangat meresahkan warga Simpang Pasir yang kesusahan melakukan aktifitas sehari-hari
Jasno menyebut, lantaran kawasan tersebut belum memenuhi persyaratan dengan minimal ada 22 Kepala Keluarga (KK). Selain itu, status domisili beberapa warga yang belum terdaftar secara resmi.
“Kendalanya ada di domisili. Beberapa warga belum terdaftar sebagai penduduk Simpang Pasir,” ujarnya menyebutkan.
Lebih lanjut, permasalahan lainnya yang dikeluhkan warga yakni Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang sangat kurang di Jalan Gotong Royong dan Jalan Bojonegoro. Bahkan pada malam hari kawasan tersebut rawan kecelakan dan hal lainnya.
Jasno pun mengaku siap mengawal keluhan warga dengan menyerap aspirasi yang disampaikan, khususnya masalah infrastruktur, hingga dapat terealisasi.
“Hal-hal seperti ini tentu akan kami perjuangkan agar segera ditindaklanjuti,” ucap Jasno memungkasi. (Adv/dy)





