
PENAJAM PASER UTARA – Teknologi irigasi terbaru, yaitu sistem sprinkler butterfly rotary (SMBR) bakal diterapkan di Penajam Paser Utara. Disebutkan Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) hal itu merupakan salah satu upaya lahan pertanian terintegrasi untuk menyukseskan ketahanan pangan daerah.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian PPU, Gunawan, menjelaskan bahwa inovasi ini bertujuan meningkatkan produktivitas hasil pertanian dan menghadapi tantangan perubahan iklim.
“Teknologi irigasi smart farming atau pertanian pintar yang akan diterapkan adalah sistem sprinkler butterfly, yang juga dikenal sebagai kincir putar,” ungkapnya.
Jelasnya, irigasi SMBR menggunakan pemutar air berbentuk kupu-kupu untuk menyiram tanaman, serta untuk pemupukan, pengobatan tanaman, dan menjaga kelembaban tanah serta unsur hara.
“Teknologi ini dilengkapi dengan sensor otomatis yang mengatur aliran air sesuai kebutuhan tanaman,” katanya.
Menurutnya teknologi ini direncanakan akan diterapkan pada akhir September, dengan fokus pada Musim Tanam (MT) Ketiga.
Penerapan irigasi SMBR diharapkan dapat mengoptimalkan lahan untuk tanaman cabai rawit dan bawang merah. Jelasnya lagi, Kementerian Pertanian telah meminta percepatan penerapan teknologi ini. Namun, kondisi pertanian di PPU saat ini masih terkendala oleh tanaman padi yang belum panen.
“Kami yakin penerapan sistem ini bisa dimulai akhir September 2024,” ucapnya.
Penerapan teknologi irigasi SMBR merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjadikan daerah Benuo Taka sebagai pusat produksi pertanian modern dan berkelanjutan.
Dengan teknologi ini, diharapkan efisiensi penggunaan air dan kesejahteraan petani di PPU akan meningkat secara signifikan.
“Teknologi ini menjadi contoh di Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) dan mendukung transisi produksi pangan yang lebih efisien,” serunya. (Ar)





