Kembali Paparkan Persiapan, KONI Kaltim Targetkan 35 Medali Emas PON

Ketua Umum KONI Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Rusdiansyah Aras, didampingi Komandan Pelatda, Ego Arifin, kembali melakukan pertemuan dengan PJ Gubernur Kaltim, Akmal Malik, pada Senin (19/08/2024) sore, di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda.

SAMARINDA – Ketua Umum KONI Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Rusdiansyah Aras, didampingi Komandan Pelatda, Ego Arifin, kembali melakukan pertemuan dengan PJ Gubernur Kaltim, Akmal Malik, pada Senin (19/08/2024) sore, di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda.

Pertemuan kali ini membahas lebih dalam soal persiapan kontingen Kaltim dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-21 di Aceh dan Sumut.

Kabid Humas KONI Kaltim, Zulkarnain menjelaskan, nantinya akan ada cabor futsal yamg lebih dulu akan bertanding.

“Waktu itu ketemu PJ lagi, selain dia memastikan kesiapan atlet Kaltim di PON, jadi di rincikan berapa cabor di Aceh dan berapa cabor di Medan. Ada cabor futsal itu berangkat duluan pada 26 Agustus,” ucap Zulkarnain, mewakili Ketum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras.

Hanya saja PJ Gubernur Kaltim tidak bisa turut serta dalam pembukaan PON yang berlangsung pada 8 September nanti, karena juga ada pembukaan MTQ di Samarinda dengan waktu yang bersamaan. Namun dapat dipastikan bisa hadir ke arena PON setelah pembukaan tersebut terselenggara.

“Jadi pada intinya dia (Akmal Malik), memahami itu dan dia siap hadir di Aceh dan Medan. Tapi, mungkin hadir setelah pembukaan MTQ di sini (Samarinda). Jadi tidak hadir pembukaan PONnya. Dia menyampaikan terimakasih ke KONI karena sudah menyiapkan atlet kita hasilnya bagus, itu aja,” ujarnya Zul menjelaskan.

Lebih lanjut, Zul juga menjelaskan bahwa Akmal Malik sempat menanyakan soal target yang ingin di capai pada PON edisi kali ini. Di mana pihaknya menyatakan untuk membidik setidaknya 35 medali emas agar dapat mengunci posisi 5 besar nasional.

“Yang paling dikejar Dia itu target kita. Kita dapat di Pra PON kan 88 medali, lalu kita menargetkan nantinya di PON bisa tembus 5 besar dengan 35 medali. Makanya dikejarnya berapa persen itu biasanya ada penurunan seperti di (Pra PON) Papua kita dapat 44 medali emas dengan 36 cabor jadinya 25 medali, jadi gak sampai 50 persen,” kata Zul menjelaskan mengenai pembahasan dalam pertemuan itu.

Kemudian targetan medali tersebut memang sudah dihitung dengan tim konsultan serta data yang dihimpun. Sehingga target ini mendapat respon positif dan di dukung Akmal Malik.

“Kalau hitungan 88 dipotong 50 persen, tapi jangan hitung-hitungan gitu. Kan dia tanya 35 medali emas itu dasarnya apa? Kita jelaskan, bahwa kita sudah melakukan survei dan ada tim konsultannya untuk itu,” ujarnya.

Selain itu juga KONI kembali menyampaikan soal program Pelatda dan uang saku serta beberapa hal lainnya menyangkut persiapan PON. Hal itu didengar langsung Akmal Malik, yang didampingi Kadispora, Kepala Bappenda dan Kepala BPKAD Kaltim. (Dy)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *