
SAMARINDA – Guna sukses meraih target medali pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-21 di Aceh dan Sumut mendatang, tim Kickboxing Kaltim mendatangkan seorang pelatih asing asal Maroko, yakni Abdul Karim, untuk membantu menyempurnakan gerakan para petarung Benua Etam.
Pelatih Kickboxing Kaltim, Ricky Asriel Refualu menjelaskan, dalam program Pelatda yang tersisa 2 bulan ini, Ia mendatangkan seorang pelatih asing yang juga merupakan mantan petarung.
“Intinya kami pada prinsipnya dia datang kesini dan kami meminta bantuan beliau kickboxing Kaltim supaya bisa menghadapi PON Aceh-Sumut, kita melihat bahwa saat ini Master Abdul dia adalah mantan petarung kickboxing, juga MMA,” kata Ricky.
Ia menjelaskan jika kedatangan pelatih tersebut memang cukup tangguh dibidangnya, sebab Ricky menyebutkan beberapa negara yang menjadi barometer kickboxing. Sehingga bantuan ini sangat diapresiasinya sebagai pelatih.
“Cuma role nya di eropa cenderung kategori stand up dia adalah salah satu petarung bagus dan kami memohon untuk datang membantu tim kickboxing Kaltim. Beliau aslinya Maroko kalau bicara untuk kickboxing bagus itu dari Eropa seperti Belanda, Maroko, Uzbekistan dan Rusia,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ricky menerangkan jika Abdul Karim ini sudah menjalin komunikasi yang baik kepada dirinya. Sehingga dengan adanya pelatih asing itu diharapkan dapat membantu atlet dalam mengasah kemampuannya.
“Ini tidak secara kebetulan dan kita kontakan, kalau kita bayar beliau kita gak punya anggaran, cuma kita minta tolong untuk membantu kami, evaluasi teknik kami sudah sempurna atau belum, kalau belum beliau yang membenarkan,” ujar Ricky menerangkan.
Kemudian pelatih asing itu juga bersifat sukarela tanpa dibayar. Apalagi ada keluarganya yang juga berada di Samarinda, sehingga Ricky sekaligus meminta bantuan untuk melatih.
“Iya. Keberadaan beliau di Samarinda juga salah satunya untuk membantu tim Kaltim kedepannya. Di Samarinda dia juga punya keluarga di sini, jadi sekalian membantu kita,” ucapnya.
Ricky berharap pelatih asing asal Maroko ini bisa membantu anak asuhnya hingga menjelang pertandingan PON mendatang. Mengingat juga komunikasi tidak terlalu sulit saat berbahasa inggris dengan atlet. (Dy)



