
Samarinda – Musyawarah Provinsi Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Musprov Pergatsi) Kaltim, berlangsung Sabtu (11/05/2024), di Samarinda. Sebanyak 6 pengcab kabupaten/kota secara bulat mendukung calon tunggal menjadi pemimpin yang baru.
Aji Muhammad Fitra Firnanda, terpilih aklamasi dan dipercaya memimpin Gateball Kaltim 4 tahun kedepan dengan periode 2024-2028.
Setelah terpilih, Fitra Firnanda menerangkan sudah merancang beberapa program, dengan yang utama yakni menghadapi PON ke-21 di Aceh dan Sumut 2024 mendatang.
“Tidak hanya di PON yang di depan mata dan sekarang atlet sedang TC tentunya bagaimana atlet yang mengikuti bisa maksimal selama mengikuti TC maupun menjelang mendekati hari H pada saat penyelenggaraan PON. Mulai dari fisik kita perhatikan, stamina tentunya dan latihan rutin yang menuntut keakurasian,” ucap Fitra Firnanda kepada awak media.
Sembari memantau persiapan atlet PON, pihaknya juga akan mempersiapkan penambahan pengcab untuk menyukseskan perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim, di Kabupaten Paser pada 2026 nanti.
“Kemudian selain untuk persiapan PON, 2 tahun kedepan ada Porprov yang menanti karena memang Pergatsi ini belum olahraga yang terlalu memasyarakat, makanya tidak semua kabupaten/kota bisa ikut serta dalam Porprov nanti kalau dilihat dari kepengurusan saja kan baru 6 kabupaten mudahan nanti jadi 7,” ujarnya menjelaskan.
Lebih lanjut, Fitra menyebutkan jika dimasa kepengurusannya ini berupaya menambah 1 daerah lagi, dan juga membangun beberapa klub.
“Kita upayakan 7 ini bisa ikut semua di Porprov 2 tahun kedepan. Bagaimana caranya nanti supaya setiap kabupaten/kota bisa ada club yang bisa rutin latihan sehingga bisa ikut Porprov nanti. Itu program kita,” katanya Fitra.
Dirinya mengakui jika gateball memang bukanlah cabor yang memasyarakat dan tidak banyak dikenal, sehingga itu pun menjadi tantangan tersendiri.
Kendati demikian guna menyukseskan Porprov, dirinya bertekad membangun pembinaan atlet melalui penambahan pengcab dan membuat klub-klub, agar mendapatkan atlet yang berkualitas.
“Yang lainnya bagaimana memasyarakat gateball ini jadi olahraga yang lebih di kenal maayarakat luas seperti inklusif pada siapa saja sehingga raihan prestasi itu bisa lebih optimal karena makin banyak yang aktif makin besar kemungkinan mendapatkan atlet potensial,” ujarnya.
Langkah memasyarakatkan cabor gateball ini dikatakan Firta bisa melalui sekolah-sekolah yang ada di Kaltim. Menurutnya ini menjadi langkah untuk memperkenalkan cabor tersebut secara luas, terutama menyasar pada atlet usia dini. (Dy)





