
SAMARINDA – Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (KONI Kaltim), pada Selasa (5/12/2023) besok akan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama pelatih dan pengprov cabor yang sudah mengikuti dan lolos serta meraih medali pada ajang babak kualifikasi (BK) PON sepanjang tahun 2023.
Wakil Ketua I KONI Kaltim, Ego Arifin mengatakan bahwa Rakor nanti yang akan digelar di Hotel Mesra Samarinda, mengundang 50 cabor yang lolos menuju PON 2024.
Di mana nantinya pada rapat tersebut KONI akan mencocokan data hasil Pra PON dari masing-masing cabor.
“Namanya juga koordinasi, berarti kita juga ada informasi dari cabor untuk menyampaikan hasilnya, walaupun kita sudah dapat hasil tapi yang dikhawatirkan adanya perbedaan hasil monitoring KONI ke lapangan dengan hasil yang didapat oleh cabor itu sekaligus kita singkronkan,” ucap Ego Arifin, dalam konfrensi pers yang dilakukan di Samarinda, pada Senin (4/12/2023).
Ia menyebutkan bahwa dari cabor akan diminta menyampaikan nama-nama atlet peraih medali Pra PON, dan meminta untuk menyampaikan targetan pada PON yang akan datang.
“Kemudian setelah itu kita minta mereka menyampaikan nama-nama tadi, kemudian berapa dapat medali dan di PON nanti mereka targetnya mendapat medali apa dan berapa. Emas berapa, perak dan perunggu berapa. Ini nanti kita dengar langsung,” katanya.
Lebih lanjut, hal tersebut nantinya tidak dibahas menyeuluruh, sebab nantinya akan ada proses berkelanjutan dari masing-masing cabor dengan penajaman target menuju PON nanti. Baik itu dari siapa, kenapa dan alasan dapat medali.
Ego menjelaskan, istilah penajaman itu dibahas bersama-sama dengan KONI, Konsultan Teknik dan cabor, guna memetakan raihan medali.
“Supaya target-target yang disampaikan kepada kita, nanti kita bahas dan pertajam bersama tim dan juga tim ahli (Konsultan Teknik) KONI Kaltim, dan tentunya penajaman itu katakan mereka ngomong emas, apa benar. Nanti itu tujuan penajaman itu,” ujar Ego menjelaskan.
Rencananya setelah pelaksanaan Rakor KONI Kaltim ini, penajaman menuju PON nanti akan mulai berjalan pada 11 Desember mendatang.
Bahkan pelatih yang datang nanti di Rakor, dari awalnya berstatus pelatih Pra PON, maka akan bergantinh menjadi pelatih PON, sesuai dengan surat mandat dari masing-masing Pengprov cabor. (Dy)



