
Berau – Pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Berau memang sudah selesai digelar pada 20 Februari 2023 lalu. Di mana pada musyawarah tersebut telah menetapkan, bahwa salah satu dari 3 kandidat calon, yakni La Ode Ilyas terpilih untuk menahkodai KONI Berau periode 2023-2027.
Hanya saja hingga kini terpilihnya La Ode Ilyas masih masih menjadi sorotan oleh beberapa Pengcab cabor di Berau. Namun dalam berlangsungnya Musorkab tersebut, pendukung La Ode menyebut adanya indikasi kecurangan dari salah satu kandidat.
Setelah di cari tahu, melalui pesan chat whatsapp, pihaknya mendapati bukti foto uang yang digunakan oleh kandidat tersebut untuk melakukan penyogokan.
Mengenai hal tersebut, Sekretaris Demisioner KONI Berau, Iwan Rifani mengatakan dirinya sangat menyayangkan terkait dugaan kecurangan yang terjadi selama proses musyawarah tersebut. Info yang beredar, tidak hanya ke Pengcab, namun uang tersebut juga hingga ke salah satu pengurus KONI Kaltim.
“Alhamdulillah dinamika Musorkab Berau tahun 2023 pelan namun pasti penyelesaiannya menemui titik terang. Walaupun sangat disayangkan adanya isu ‘politik uang’ yang dilakukan salah satu calon. Bukan saja godaan ke cabor untuk di berikan iming-iming uang dan jabatan, tapi narasumber dari Provinsi pun kebagian rezeki,” ujar Iwan kepada awak media, Sabtu (04/03/2023) siang.
Iwan menambahkan hal tersebut bisa menjadi dampak buruk di tubuh organisasi sebagai induk olahraga di Bumi Batiwaqal itu. Sehingga setelah kejadian tersebut, dirinya hanya mempercayakan kembali kepada KONI Kaltim saat ini.
“Setelah pengakuan dari utusan KONI Provinsi. Kami percayakan kepada KONI Provinsi menangani personilnya yang sudah mencoreng marwah nama besar organisasi KONI dengan punishment yang sesuai dengan kesalahannya,” terangnya.
Menurutnya sebagai salah satu kandidat yang belum mampu terpilih dalam musyawarah kali ini perlu berjiwa besar dan menerima kekalahannya.
“harusnya bisa berjiwa besar dalam bertarung. Semoga tidak akan terjadi lagi dikemudian hari,” lanjut Iwan.
Senada dengan hal tersebut, Kabid Hukum Olahraga Demisioner, Burhanuddin turut menyayangkan atas dugaan tindakan money politik dalam Musorkab KONI Berau. Ia pun mengingatkan untuk tidak memberikan contoh buruk apalagi didunia olahraga. (Dy)





