Soal Kelangkaan Elpiji di Balikpapan, Wali Kota ; Stok Lebih dari Cukup

Wali Kota Balikpapan sebut sesuai dengan laporan dari pertamina, stok elpiji 3 kg aman.

BALIKPAPAN – Masyarakat Kota Balikpapan dalam beberapa hari terakhir kesulitan mendapatkan stok epiji 3 kilogram. Perihal itu, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan jika berdasarkan keterangan dari pihak Pertamina, stok elpiji 3 kilogram di Kota Balikpapan sudah lebih dari cukup.

“Dan pihak Pertamina selalu menyampaikan sesuai data fix yang ada, bahwa sebenarnya kita lebih dari cukup,” kata Rahmad, Jumat (11/11/2022).

Kelangkaan yang terjadi dikarenakan adanya oknum-oknum yang selalu memanfaatkan kondisi untuk menjual stok elpiji yang ada ke pelaku usaha.

“Ada oknum-oknum inilah yang selalu memanfaatkan. Seperti yang di pangkalan ada yang mengambil 2 dan 3, kemudian dia bawa ke industri-industri,” ungkapnya.

“Kita tidak mungkin mencegah semuanya, kita tidak tahu, alasannya anaknya dibawa. Bapaknya ngantre, anaknya ngantre. Padahal KK-nya cuma satu,” lanjutnya.

Rahmad pun meminta agar para pelaku usaha agar menggunakan elpiji non subsidi. Karena penggunaan untuk gas subsidi itu dibutuhkan bagi yang tidak mampu.

“Kita ingatkan kalau kamu menggunakan hak orang tidak mampu maka haram hukumnya, tidak berkah,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan Arzaedi Rachman menilai faktor kelangkaan gas elpiji salah satunya adanya peralihan dari gas non subsidi–12 kg dan 5 kg–ke gas subsidi 3 kg.

Lantaran selisih harga yang cukup jauh menjadi motif peralihan tersebut.

“Berdasarkan ketentuannya sudah diatur untuk yang 3 kg seperti ASN tidak boleh menggunakan. Termasuk restoran-restoran. Jadi nanti kita sidak ke pangkalan,” katanya.

Ia juga tidak menampik bahwa kelangkaan juga dikarenakan maraknya pengecer yang menjual dengan harga tinggi. Mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 40 ribu untuk gas elpiji 3 kg.

Hanya saja Pemkot Balikpapan tidak bisa memberikan tindakan lantaran tak mempunyai payung hukum.

“Tapi kita bisa survei mereka (pengecer). Dia beli di pangkalan dikasih harga berapa. Kalau melebih HET, maka pangkalan itu bisa kita beri tindakan,” katanya. (pcm)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *