Transisi Pandemi Menuju Endemi, Rahmad Mas’ud Ucapkan Terima Kasih ke Masyarakat Balikpapan

Pandemi Menuju Endemi. (ist)

BALIKPAPAN – Pandemi Covid-19 telah berlangsung selama dua tahun lebih. Kondisi pandemi pun diharapkan segera berlalu.

Pemerintah kini tengah bersiap untuk masa transisi dari pendemi Covid-19 ke endemi. Masa transisi akan dilakukan bertahap dan melalui evaluasi oleh para pakar dan ahli.

“Kalau tidak salah diawal tahun 2023 nanti diumumkan kalau pandemi ini sudah menjadi endemi,” kata Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, Jumat malam (11/11/2022).

Jika sudah endemi, lanjut orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan itu, maka Covid-19 menjadi flu dan batuk biasa pada umumnya. “Artinya sudah menjadi virus biasa seperti flu dan batuk,” ungkapnya.

Di tengah menuju masa endemi tersebut, Rahmad bersyukur bahwasanya masyarakat Kota Balikpapan telah menerima vaksin dosis pertama dan kedua 100 persen. “Alhamdulillah sudah 100 persen dosis satu dan dua,” ucapnya.

Rahmad pun mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat Kota Balikpapan, para Forkopimda khususnya yang berada di garda terdepan untuk mensosialisasikan.

“Dan tentunya ikut berkontribusi untuk memberikan vaksin, arahan bahkan mendatangi para peserta sehingga capaian vaksinasi dosis satu dan dua melebihi 100 persen,” pungkasnya.

Indonesia saat ini sedang bersiap untuk menuju endemi, hal ini didasarkan pada parameter penilaian COVID-19 yang terus melandai. Meskipun demikian kewaspadaan terhadap adanya kemungkinan mutasi virus tetap dilakukan.

“Sesuai pengumuman Dirjen WHO kita saat ini seluruh dunia telah menghadapi masa yang menggembirakan karena tanda tanda hilangnya pandemi COVID mulai terlihat, termasuk di Indonesia” ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH.

Melandainya kasus COVID di Indonesia didasarkan pada penilaian parameter COVID-19 mulai dari angka kasus hingga penggunaan tempat tidur perawatan COVID-19. Parameter pertama terlihat penurunan kasus konfirmasi mingguan sejak Agustus minggu ketiga.

Saat ini rata rata angka kasus harian COVID-19 berkisar di angka 2000 kasus. Hal ini dibarengi dengan penurunan positivity rate mingguan menjadi 6.38% dalam minggu terakhir. Demikian halnya dengan kasus kematian juga mengalami penurunan menjadi 123 per minggu, atau rata-rata di bawah 20 per hari.

Penurunan angka kasus juga dibarengi dengan penurunan angka perawatan pasien COVID-19 di rumah sakit, dimana BOR terus mengalami penurunan dari angka 5% pada 10 September menjadi 4.83% saat ini. Begitu juga kasus harian dengan positivity rate cenderung melandai dalam satu bulan terakhir.

Meski demikian, masih ada 8 Provinsi di Indonesia yang mengalami peningkatan kasus selama satu minggu terakhir yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta, Bangka Belitung, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Utama. Sementara 26 Provinsi yang lain terjadi penurunan kasus harian. (pcm)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *