
Jakarta, Kaltimedia.com – Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, meminta pemerintah meninjau ulang keikutsertaan Indonesia dalam forum Board of Peace (BoP). Hal ini menyusul gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon.
Ketiga prajurit tersebut adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan yang tergabung dalam pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Menurut Doli, serangan terhadap prajurit TNI mencederai nilai-nilai perdamaian yang menjadi dasar forum internasional tersebut.
“Serangan Israel ke prajurit TNI merupakan bentuk ‘pengangkangan nyata’ terhadap kata ‘perdamaian’ yang menjadi value dalam BoP. Tidak ada gunanya kita duduk bersama di forum tersebut, berbicara tentang perdamaian, namun di saat yang sama mereka melakukan genosida dan terus melakukan kampanye kekerasan ke mana-mana,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Doli juga menyampaikan duka mendalam atas gugurnya para prajurit yang tengah menjalankan tugas di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa.
“Saya menyampaikan belasungkawa dan duka yang mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam tugas peacekeeping forces di bawah bendera PBB yang tergabung dalam pasukan UNIFIL,” ucapnya.
Ia menilai insiden ini harus menjadi pelajaran penting bagi Indonesia dalam menyikapi konflik global, khususnya terkait pelanggaran hukum humaniter internasional.
“Insiden tersebut harus menjadi pelajaran penting dan berharga bagi bangsa ini. Pertama, kita harus bersatu dan mendukung pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah dan sikap yang lebih tegas terhadap pihak mana pun yang melakukan kekerasan dan pelanggaran terhadap Hukum Humaniter Internasional dan Konvensi Jenewa,” tambahnya.
Doli juga menyoroti rekam jejak pelanggaran yang disebut dilakukan oleh Israel di kawasan Timur Tengah. Ia menilai dunia selama ini cenderung diam terhadap berbagai tindakan kekerasan yang terjadi.
“Israel bukan kali pertama melakukan pelanggaran, melainkan berulang kali dan selama itu dunia diam,” katanya.
Dengan adanya korban dari pihak TNI, Doli menilai Indonesia perlu meningkatkan tekanan terhadap pihak-pihak yang dinilai melanggar nilai kemanusiaan.
“Melihat semua pelanggaran itu, kita sebagai bangsa berdaulat harus mengutuk keras aksi tersebut, karena menciderai nilai-nilai kemanusiaan. Apalagi dengan adanya korban dari TNI, seharusnya menjadi dasar untuk meningkatkan tekanan kita,” tegasnya.
Ia juga mengajak Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk mendorong pemerintah mengambil langkah lebih tegas, serta terus berkoordinasi dengan PBB guna mengakhiri konflik di Timur Tengah.
Selain itu, Doli menekankan pentingnya peran negara dalam memberikan penghargaan dan jaminan bagi keluarga prajurit yang gugur.
“Negara harus memberikan penghargaan yang tinggi kepada para almarhum yang gugur dalam tugas. Selain itu, pemerintah harus menjamin masa depan anak-anak korban, terkhusus pendidikannya,” pungkasnya. (Ang)





