THR ASN Belum Cair, Pegawai Terpaksa Gunakan Gaji untuk Kebutuhan Lebaran

Foto: Tunjangan Hari Raya (THR). Sumber: Istimewa.
Foto: Tunjangan Hari Raya (THR). Sumber: Istimewa.

Jakarta, Kaltimedia.com – Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) mengaku belum menerima Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Kondisi tersebut membuat sebagian pegawai terpaksa menggunakan gaji bulanan untuk memenuhi berbagai kebutuhan Lebaran.

Dilansir dari Tirto.id, salah satu ASN berinisial DRD mengatakan THR biasanya diterima sekitar akhir Februari. Namun hingga awal Maret, dana tersebut belum juga cair.

Ia mengaku kesulitan mengatur pengeluaran, terutama untuk menjalankan tradisi Lebaran seperti memberi uang kepada keponakan dan saudara.

“Repotnya sih karena ini belum ada THR, jadinya uang yang buat keponakan-keponakan, saudara-saudara, itu dari gaji dulu,” ujar DRD.

Selain itu, gaji yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan rutin juga terpaksa dipakai untuk membeli pakaian baru menjelang Lebaran.

“Dari gaji juga jadinya terpaksa dipakai buat beli-beli baju. Biasanya kalau beli baju pakai THR, ini pakainya gaji dulu,” tambahnya.

Hal serupa disampaikan Iqbal (34), seorang ASN di pemerintah daerah. Hingga Jumat (6/3/2026), ia mengaku THR untuk ASN daerah juga belum diterima.

Iqbal mempertanyakan janji pemerintah yang sebelumnya menyebutkan THR akan dicairkan pada awal Ramadan. Ia bahkan menyinggung pernyataan Purbaya Yudhi Sadewa selaku Menteri Keuangan yang sempat membahas kondisi ekonomi dan rencana pencairan THR.

“Menteri Keuangan itu yang baru itu kan dia di podcast, diwawancara dan sebagainya, koar-koarnya tentang pertumbuhan ekonomi, uang disebar memutar sehingga menjanjikan pencairan THR itu di awal Ramadan. Sekarang enggak ada hilalnya,” ujar Iqbal.

Menurutnya, keterlambatan pencairan THR untuk ASN pemerintah daerah memang kerap terjadi dibandingkan ASN di kementerian atau lembaga pusat. Meski demikian, selama ini THR biasanya tetap dibayarkan penuh dan tidak dicicil.

Iqbal berharap THR dapat segera dicairkan karena dana tersebut sudah menjadi bagian penting dalam perencanaan keuangan keluarga ASN.

Selain untuk membeli kebutuhan Lebaran, THR juga biasanya digunakan untuk berbagi dengan keluarga maupun saudara.

“Kalau bisa ya secepatnya lah karena waktunya kan semakin mepet. Terlebih nanti libur sebelum Lebaran panjang, mudiknya bisa lebih awal. Kalau cepat dicairkan juga bisa mendorong ekonomi lokal di daerah,” katanya.

Ia menilai pencairan THR tidak hanya membantu ASN memenuhi kebutuhan Lebaran, tetapi juga dapat meningkatkan perputaran ekonomi di berbagai daerah menjelang hari raya. (Ang)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *