Dinkes Sumut: Dua Menu MBG di Dairi Melebihi Ambang Batas Mikrobiologi, 295 Murid Diduga Keracunan

Sejumlah siswa di Dairi Sumatera Utara mengalami keracunan MBG. Sumber: Istimewa.
Sejumlah siswa di Dairi Sumatera Utara mengalami keracunan MBG. Sumber: Istimewa.

Dairi,mKaltimedia.com – Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyampaikan hasil pemeriksaan laboratorium terkait dugaan keracunan massal yang dialami 295 murid di Kabupaten Dairi setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG).

Sekretaris Dinkes Sumut, Hamid Rijal, mengatakan hasil pemeriksaan Labkesda menemukan adanya kandungan mikrobiologi yang melebihi ambang batas pada dua menu makanan.

“Bahwa dari hasil pemeriksaan Labkesda ditemukan mikrobiologi di dua menu yang melebihi ambang batas,” kata Hamid, Kamis (26/2/2026).

Namun demikian, ia menyebutkan detail hasil pemeriksaan telah diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi untuk ditindaklanjuti bersama pihak terkait.
Selain hasil uji laboratorium, Dinkes Sumut juga telah menyerahkan hasil penyelidikan epidemiologi serta analisa lingkungan kepada Dinkes Dairi.

“Kami juga mendorong Dinkes Kabupaten Dairi untuk memusyawarahkan hasil pemeriksaan tersebut dengan stakeholder agar tidak terjadi lagi kejadian yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 295 murid dari dua sekolah di Sidikalang, Kabupaten Dairi, diduga mengalami keracunan setelah menyantap MBG.
Rinciannya, 186 murid dari SMK HKBP Sidikalang dan 109 murid dari SMK Swasta Arina Sidikalang.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah IV, Salman, menyebut para murid sempat keluar masuk rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Menu yang dikonsumsi dilaporkan berupa ayam dan ikan. Berdasarkan laporan sekolah, makanan tersebut diduga dalam kondisi kurang layak konsumsi.

“Pengakuannya ada yang belum matang dan cenderung basi. Untuk yang lain, nasi mulai basi dan memunculkan aroma,” ujarnya.

Adapun gejala yang dialami murid antara lain mual, muntah, diare, hingga pusing.
Kasus ini masih dalam penanganan dan evaluasi lintas instansi guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Selain kasus keracunan yang terjadi di Kabupaten Dairi, data nasional menunjukkan bahwa insiden keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih cukup tinggi. Sepanjang tahun 2025, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat sekitar 12.658 anak di 38 provinsi mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG.

Pada awal 2026, laporan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menunjukkan setidaknya 1.242 orang menjadi korban keracunan MBG di Januari 2026, dan total korban sejak program digulirkan diperkirakan telah mencapai lebih dari 21.000 orang.

Meski pada Desember 2025 Kementerian Kesehatan menyebut kasus keracunan menurun drastis, fenomena ini tetap memicu keprihatinan dan dorongan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG. (Ang)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *