Subandi No Comment soal Mobil Dinas Gubernur Kaltim di Jakarta

Gambar saat ini: Foto: Anggota DPRD Kalimantan Timur, Subandi. Sumber: Istimewa.
Foto: Anggota DPRD Kalimantan Timur, Subandi. Sumber: Istimewa.

Samarinda, Kaltimedia.com – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Subandi, menanggapi polemik mobil dinas Gubernur Kaltim senilai Rp8,5 miliar yang disebut beroperasi untuk kegiatan kedinasan di Jakarta.

Subandi menegaskan, pernyataan yang ia sampaikan merupakan pandangan pribadi, bukan sikap resmi fraksi di DPRD Kaltim.

“Yang jelas ini pendapat saya pribadi, bukan fraksi. Kalau fraksi tentu harus melalui rapat dan pembahasan bersama,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang ia ketahui sebelumnya, pengadaan kendaraan dinas tersebut bertujuan menunjang aktivitas gubernur, terutama mengingat luasnya wilayah Kalimantan Timur dengan kondisi geografis yang beragam dan medan yang tidak ringan.

“Setahu kita, peruntukannya untuk menunjang kerja-kerja gubernur karena jangkauan wilayah kita luas dan medannya berat. Kalau itu peruntukannya, saya kira wajar saja. Apalagi kalau sudah terlanjur dianggarkan dan dibeli, tentu harus difungsikan,” katanya.

Menurutnya, kendaraan dinas dengan spesifikasi yang representatif memang diperlukan guna mendukung mobilitas kepala daerah, khususnya di provinsi dengan karakteristik wilayah seperti Kaltim.

Namun demikian, Subandi mengaku belum memperoleh informasi lengkap terkait kabar bahwa mobil dinas tersebut hanya digunakan di Jakarta.

“Nah, ini yang saya belum paham. Apa betul peruntukannya di Jakarta? Informasi itu dari mana?” ujarnya.

Saat disampaikan bahwa Gubernur Kaltim telah mengakui penggunaan kendaraan tersebut untuk operasional kedinasan di Jakarta, Subandi kembali menekankan pentingnya melihat aspek regulasi dalam setiap proses pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Yang pasti setiap pengadaan itu ada aturannya. Cuma bagaimana pun kita juga harus peka terhadap kondisi. Kalau memang peruntukannya di Jakarta, saya kurang tahu. Karena setahu kita itu untuk mobilitas di Kaltim,” pungkasnya.

Polemik pengadaan mobil dinas tersebut kini menjadi perhatian publik dan memunculkan beragam pandangan terkait urgensi, efektivitas, serta transparansi penggunaannya. (Rfh)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *