Damayanti Tekankan Peran Strategis BKOW dalam Penguatan Perempuan Kaltim

Gambar saat ini: Foto: Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti, saat diwawancarai awak media. Sumber: Istimewa.
Foto: Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti, saat diwawancarai awak media. Sumber: Istimewa.

Samarinda, Kaltimedia.com – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Damayanti, menyoroti pentingnya peran Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) dalam mendukung program pemberdayaan perempuan di Benua Etam.

Menurut politisi PKB tersebut, BKOW yang menghimpun berbagai organisasi perempuan memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya kaum perempuan di Kaltim.

“Keberadaan BKOW sangat membantu pemerintah dalam melaksanakan program-program pembinaan dan peningkatan kapasitas perempuan,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Damayanti mengungkapkan, keterlibatannya di BKOW sekitar 12 tahun lalu turut memberi warna dalam perjalanan politiknya. Ia mengaku aktif mengikuti berbagai pelatihan dan seminar yang digelar organisasi tersebut, yang kemudian membentuk wawasan serta mendorongnya berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui jalur legislatif.

Ia menegaskan, BKOW bukan sekadar wadah silaturahmi antarorganisasi perempuan, tetapi juga ruang strategis untuk pembinaan kepemimpinan dan penguatan kapasitas perempuan di berbagai sektor.

Lebih lanjut, Damayanti menyoroti kiprah sejumlah tokoh perempuan yang tergabung dalam BKOW. Di antaranya Meiliana, mantan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, serta dr. Padilah yang menjabat Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltim.

Menurutnya, kehadiran figur-figur tersebut menjadi bukti nyata bahwa perempuan mampu memimpin dan memberikan kontribusi signifikan dalam bidang sosial, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat.

“Tokoh-tokoh perempuan di BKOW telah menunjukkan kiprah nyata, terutama dalam sosial, kesehatan, dan program pemberdayaan perempuan,” jelasnya.

Damayanti juga menekankan peran sentral perempuan dalam membentuk generasi masa depan. Ia menyebut perempuan sebagai “madrasah pertama” bagi anak-anak, sehingga kualitas pendidikan, mental, serta kemandirian seorang ibu menjadi fondasi penting dalam pembangunan SDM.

“Kesuksesan generasi emas dimulai dari perempuan. Mental, kemandirian, dan kualitas diri seorang ibu sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter anak,” tegasnya.

Di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks, Damayanti menilai pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan organisasi perempuan seperti BKOW dinilai sangat krusial, terlebih dengan kekuatan 43 pimpinan organisasi anggota yang tersebar di berbagai wilayah.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. BKOW dengan 43 ketua organisasi memiliki kekuatan besar untuk membantu menjawab persoalan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan BKOW terus diperkuat agar program pemberdayaan perempuan semakin optimal, sehingga pembangunan sumber daya manusia di Kaltim dapat berjalan lebih cepat dan efektif. (Rfh)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *