
Samarinda, Kaltimedia.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melanjutkan agenda penataan kawasan pusat kota usai rampungnya revitalisasi Masjid Raya Darussalam Samarinda.
Pembenahan tidak hanya difokuskan pada bangunan utama masjid, tetapi juga diperluas ke pengembangan area sekitar guna membentuk kawasan terintegrasi antara fungsi keagamaan, sosial, dan ekonomi.
Salah satu langkah konkret yang segera direalisasikan adalah pembangunan jalan penghubung antara Pasar Pagi Samarinda dan Masjid Raya Darussalam. Jalur ini diproyeksikan menjadi akses strategis yang menyatukan pusat perdagangan dengan ruang ibadah serta interaksi sosial masyarakat di jantung kota.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan pekerjaan fisik jalan penghubung direncanakan mulai berjalan tahun ini.
“Pembangunan akses ini sedang kami matangkan. Pasar Pagi dan Masjid Raya memang dirancang sebagai satu kesatuan dalam konsep tata ruang kota, sehingga perlu dihubungkan secara langsung dan representatif,” ujarnya, Senin (23/2/2026) pagi.
Pelaksanaan proyek akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kapasitas fiskal daerah. Meski demikian, Pemkot memastikan tahapan pembangunan berjalan berkesinambungan agar target konektivitas tidak mengalami keterlambatan.
Andi Harun menargetkan jalur penghubung dari Pasar Pagi hingga Masjid Raya Darussalam dapat tersambung sepenuhnya paling lambat pada 2029. Pada tahap awal, pembangunan difokuskan pada koridor utama menuju masjid, sebelum dilanjutkan ke ruas-ruas berikutnya.
Setelah koridor utama rampung, pengembangan akan diperluas ke segmen lain, termasuk kawasan Citra Niaga yang menjadi bagian penting pusat aktivitas kota.
Selain pembangunan akses jalan, Pemkot Samarinda juga melanjutkan penataan kawasan Teras Samarinda II yang berada di depan area tersebut. Pembenahan dilakukan secara menyeluruh, termasuk peningkatan kualitas infrastruktur pendukung.
Salah satu fokus utama ialah perbaikan sistem drainase di sekitar Masjid Raya Darussalam guna menciptakan lingkungan yang lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi jamaah maupun masyarakat yang beraktivitas di pusat kota.
“Penataan ini tidak hanya menyentuh satu atau dua bangunan saja, tetapi keseluruhan kawasan. Termasuk pembenahan dan penutupan drainase di sekitar masjid agar tata ruang lebih rapi dan mendukung kenyamanan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui rangkaian proyek tersebut, Pemkot Samarinda berharap wajah pusat kota semakin tertata, terintegrasi, serta mampu menjadi ruang publik representatif bagi kegiatan ekonomi, sosial, dan keagamaan. (Rfh)
Editor: Ang



