
Paser, Kaltimedia.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet asal Kalimantan Timur pada ajang ASEAN Para Games (APG) 2025 di Thailand. Atlet renang penyandang disabilitas asal Kabupaten Paser, Fathur Rizky Moreno, berhasil menyumbangkan dua medali perak untuk kontingen Indonesia.
Moreno meraih medali perak pertama pada nomor estafet 4×100 meter LC Freestyle Relay S14, bersama tiga rekannya yakni Suci, Ratih, dan Syailendra. Prestasi tersebut kemudian disusul medali perak kedua melalui nomor estafet mix 4×100 meter LC Medley Relay S14, yang diperkuat oleh Moreno, Ratih, Siti, dan Syailendra.
Capaian tersebut disambut haru oleh keluarga, khususnya sang ayah, Yul Rahmadhani, yang menyaksikan langsung perjuangan putranya melalui siaran daring dari Thailand.
Meski memiliki keterbatasan, Moreno dinilai telah tampil maksimal menghadapi atlet-atlet kuat dari negara Asia Tenggara lainnya.
“Alhamdulillah ya bangga, senang, terharu juga. Walaupun dapat di estafet, kemarin untuk individunya dia memang di urutan 4-5 karena tahun ini memang musuhnya seperti Thailand, Malaysia, dan Filipina. Enggak nyangka aja karena memang berat kalau untuk di S-14 ini musuh-musuhnya si Reno berat,” ucap Yul saat dihubungi awak media, Minggu (25/1/2026) kemarin.
Pada ASEAN Para Games 2025, atlet yang akrab disapa Reno itu juga turun di empat nomor individu. Namun, belum berhasil mempersembahkan medali pada kategori tersebut.
Adapun hasil yang diraih Moreno di nomor individu yakni 200 meter gaya bebas (peringkat ke-5), 100 meter gaya punggung (peringkat ke-5), 100 meter gaya kupu-kupu (peringkat ke-6), serta 200 meter gaya ganti (peringkat ke-4). Di nomor-nomor tersebut, Moreno harus mengakui keunggulan atlet dari Thailand, Malaysia, dan Filipina.
“Tapi kemarin Reno sudah berusaha semaksimal mungkin, sudah berjuang. Ya memang harus puas diurutan empat kalau yang untuk individunya,” katanya.
Yul juga mengungkapkan momen emosional saat berkomunikasi dengan anaknya usai pertandingan. Moreno sempat menangis karena belum mampu mempersembahkan medali di nomor individu.
“Alhamdulillah ya, kemarin sempat terharu juga walaupun gagal di individu ya tapi alhamdulillah masih bisa apa dapat medali perak di estafet. Kemarin juga sempat komunikasi juga sempat telepon video sama dia kemarin sempat menitikkan air mata, sempat menangis juga kemarin anaknya,” ujar Yul.
Sebagai orang tua, Yul berupaya memberikan dukungan moril agar anaknya tidak larut dalam kekecewaan dan tetap termotivasi.
“Sedih ya tapi karena Reno sudah berjuang maksimal saya bilang ya enggak apa-apa, mungkin walaupun enggak dapat tapi Reno sudah berusaha semaksimal mungkin. Saya bilang gitu aja sama Reno. Ya, intinya tetap semangat. Ya, sudah berjuang untuk Indonesia lah,” katanya.
Moreno bukan kali pertama mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional. Pada ASEAN Para Games Solo 2022, ia sukses meraih dua medali emas dan satu perunggu. Kemudian pada ASEAN Para Games Kamboja 2023, Moreno kembali menyumbangkan satu medali emas dan satu perak.
Menjelang keberangkatan ke Thailand, Moreno menjalani pemusatan latihan nasional (Pelatnas) selama tiga bulan di Solo. Menurut Yul, anaknya justru menjalani program latihan dengan penuh antusias dan tanpa keluhan.
Atas capaian tersebut, Yul berharap pemerintah daerah dan pemangku kepentingan olahraga di Kalimantan Timur dapat memberikan perhatian lebih kepada atlet berprestasi.
“Minta perhatian kepada Pemerintah dan NPCI Provinsi untuk benar-benar lebih lebih maksimal lah kalau ada atlet yang Kaltim bisa memperkuat tim Indonesia. Ya, tentunya baik di daerah maupun yang di provinsi ya kiranya benar-benar lebih perhatian lagi lah kepada atlet,” ujarnya menyampaikan harapan kepada Gubernur Kaltim. (Dy)
Editor: Ang



