
Paser, Kaltimedia.com – Warga Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, dikejutkan oleh kebakaran yang melanda Cafe 99 KM5 di kawasan depan Telaga Ungu, Rabu (21/1/2026) malam. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.00 Wita, ditandai dengan kobaran api besar dan asap pekat yang membumbung dari bangunan kafe.
Mendapat laporan dari masyarakat, unit pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.10 Wita, setelah hampir dua jam proses pemadaman berlangsung.
Sedikitnya 11 unit pemadam kebakaran dari tim gabungan di wilayah Tanah Grogot dan sekitarnya diturunkan untuk mengendalikan api. Upaya pemadaman juga dibantu oleh warga sekitar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Paser, Lukman Dharma, mengapresiasi kerja sama seluruh tim gabungan serta partisipasi masyarakat yang ikut membantu selama proses pemadaman.
Meski api berhasil dijinakkan, Lukman mengakui petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Ia menyebut struktur bangunan kafe yang memiliki banyak sekat menjadi salah satu faktor utama sulitnya pemadaman.
“Ini disebabkan bangunan memang dari beton tapi di dalam itu ada sekat-sekat ya karena ini kan kafe informasinya ada room-room. Nah itu disekat dengan menggunakan bahan-bahan seperti ada seng juga di dalamnya kemudian peredam suara,” ujar Lukman kepada awak media.
Menurutnya, material peredam suara yang digunakan di ruang-ruang karaoke justru memperparah kondisi kebakaran. Bahan seperti seng dan lapisan peredam suara yang mudah terbakar membuat api sulit dijangkau.
“Peredam suara itu yang sudah terbakar dan sepertinya di situ yang mengakibatkan kita agak kesulitan untuk langsung memadamkan titik api. Jadi harus melewati bahan-bahan yang digunakan sebagai peredam. Karena ini digunakan sebagai room ya kan. Jadi mereka memang mereka menggunakan media-media itu untuk meredam suara. Jadi itu juga kesimpulan kami,” jelasnya.
Selain itu, minimnya akses keluar-masuk bangunan turut menyulitkan petugas.
Lukman menyebut kafe tersebut hanya memiliki satu akses utama, sehingga petugas terpaksa menjebol beberapa bagian dinding untuk menjangkau titik api di dalam ruangan.
“Ya, tadi saya lihat cuma ada satu. Sehingga kami harus menjebol dinding. Yang sudah tertutup itu kami jebol ada beberapa yang dijebol. Kemudian yang di dalam sudah tidak bisa lagi, kami selamatkan. Itu habis,” katanya.
Lukman menambahkan, bangunan kafe tersebut memiliki total 35 room di lantai satu, sembilan room di lantai dua, serta dua ruangan VIP, yang sebagian besar terdampak kebakaran.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran. Dugaan sementara mengarah pada konsleting listrik di Cafe 99 KM5. (Dy)
Editor: Ang



