
Paser, Kaltimedia.com – Sejak Desember 2025, kawasan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, diramaikan oleh pedagang durian yang menjajakan dagangannya hampir di setiap sudut jalan. Musim durian membuat warga setempat disuguhi beragam pilihan buah yang didatangkan dari luar daerah, khususnya Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Salah satu lapak durian terlihat di persimpangan Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Tanah Grogot. Di lokasi tersebut, Muhammad Irfansyah mengaku telah lama berjualan durian secara musiman. Durian yang ia jual berasal dari Desa Murung Taal, Barabai, Kalimantan Selatan.
“Berjualannya lama sudah kita. Ini kalau saya kerja sini lama ya. Belum lagi yang awal-awal itu. Durian ini kita permusimian aja dari sebulan yang lalu sudah, Desember kemarin,” kata Irfan saat ditemui, Kamis (8/1/2025).
Irfan menjelaskan, durian yang dijual merupakan hasil petikan langsung dari kebun, bukan durian jatuhan. Proses distribusinya pun dilakukan secara bertahap, mulai dari pemetikan, pemeraman, hingga pengiriman ke Tanah Grogot.
“Stoknya kita ngambil dari di kampung kan terus kita minta petikkan sendiri. Ini bukan peti bukan jatuhan petikan. Jadi diperam dulu. Dalam satu pohon itu kadang 500 biji, kadang 300 kisarannya,” ujarnya.
Meski demikian, Irfan mengakui penjualan durian tahun ini belum seramai musim sebelumnya. Namun saat penjualan sedang tinggi, jumlah durian yang terjual bisa mencapai ribuan buah dalam waktu singkat.
“Kita tergantung penjualan juga datangnya. Kalau penjualan ramai kadang tiga pick up. Satu untuk pick up itu biasanya 2.500 buah lebih,” katanya.
Sementara itu, di lokasi berbeda di Jalan Sultan Adam, Tanah Periuk, pedagang durian lainnya, Abdillah Kasid, menawarkan durian yang didatangkan dari Kalimantan Tengah. Ia membawa sekitar 600 buah durian menggunakan satu unit mobil pick up.
“Alhamdulillah lancar-lancar aja ini banyak peminatnya. Durian dari Kalteng soalnya, kalau lokal agak kurang,” kata Abdillah.
Menurut Abdillah, dalam satu hari ia mampu menjual lebih dari 400 buah durian. Harga yang ditawarkan bervariasi, bergantung pada ukuran dan jenis durian.
“Ini jenis duriannya ada tiga jenis. Ada yang tembaga, ada yang lampi ini biasa sama biduk bilang orang kecil,” ucapnya.
Para pedagang durian di Kecamatan Tanah Grogot meyakini musim durian masih akan berlangsung cukup lama, bahkan hingga memasuki bulan puasa. Setelah musim durian berakhir, mereka berencana mengganti komoditas dagangan dengan buah lai, yang biasanya menjadi buah musiman berikutnya. (Dy)
Editor: Ang



