Digitalisasi Jadi Andalan Penataan Pasar Pagi, Pemkot Samarinda Siapkan Aplikasi Jelang Operasional Gedung Baru

Gambar saat ini: Foto: Pembangunan Pasar Pagi, yang kini mengedepankan digitalisasi. Sumber: Istimewa.
Foto: Pembangunan Pasar Pagi, yang kini mengedepankan digitalisasi. Sumber: Istimewa.

Samarinda, Kaltimedia.com – Pemerintah Kota Samarinda kian mematangkan persiapan operasional gedung baru Pasar Pagi yang ditargetkan mulai difungsikan pada akhir Desember 2025. Salah satu langkah utama yang disiapkan adalah penerapan sistem digital melalui aplikasi khusus untuk penataan dan pendataan pedagang.

Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda memastikan aplikasi bertajuk Pasar Pagi telah siap digunakan sebagai sarana pendaftaran dan pengelolaan kios secara terintegrasi. Sistem ini dirancang untuk mempermudah pedagang dalam mengurus administrasi tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan.

Kepala Disdag Samarinda, Nurrahmani, mengatakan seluruh proses mulai dari pendaftaran, pengunggahan dokumen, hingga penandatanganan perjanjian pemanfaatan kios dilakukan secara digital.

“Pedagang cukup mendaftar melalui aplikasi. Semua data dan dokumen diunggah di sana, termasuk perjanjian pemanfaatan kios,” ujarnya.

Menurut Nurrahmani, informasi pendaftaran akan disosialisasikan melalui surat edaran resmi serta kanal media sosial pemerintah. Sementara itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) akan dilibatkan untuk memberikan panduan penggunaan aplikasi kepada pedagang.

Setelah data diverifikasi, sistem secara otomatis akan menerbitkan kartu identitas pedagang. Aplikasi tersebut juga memuat mekanisme verifikasi legalitas hingga pengundian kios apabila diperlukan.

“Semua aturan sudah tertanam di dalam sistem. Selama persyaratan terpenuhi, prosesnya akan berjalan otomatis,” jelasnya.

Tahap awal pendaftaran ditargetkan menampung hampir 2.000 pedagang dan dilakukan secara bertahap sepanjang Desember 2025. Skema ini diterapkan untuk mencegah penumpukan dan mempermudah pengaturan teknis.

“Kami atur per gelombang supaya lebih tertib dan tidak menimbulkan antrean,” kata Nurrahmani.

Untuk mengantisipasi kendala bagi pedagang yang belum terbiasa dengan teknologi digital, Disdag menyiapkan layanan pendampingan langsung di kawasan Pasar Pagi. Petugas akan disiagakan melalui desk layanan untuk membantu proses pendaftaran.

“Petugas akan mendampingi langsung di lokasi bagi pedagang yang kesulitan menggunakan aplikasi,” ungkapnya.

Terkait persyaratan, Disdag menegaskan proses verifikasi dibuat sederhana. Pedagang cukup mencocokkan data yang sudah tersimpan di sistem, kemudian melakukan konfirmasi melalui aplikasi.

“Kalau datanya sesuai, tinggal klik verifikasi,” tegas Nurrahmani.

Meski proses pendaftaran masih berlangsung, sebagian pedagang dijadwalkan mulai menempati gedung baru Pasar Pagi pada pekan keempat Desember 2025. Perpindahan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kesiapan masing-masing pedagang.

“Pemindahan tidak bisa sekaligus, karena pedagang juga perlu waktu untuk memindahkan barang dagangan,” jelasnya.

Dari sisi fasilitas, Disdag memastikan seluruh unsur pendukung telah disiagakan. Petugas kebersihan, keamanan, hingga teknisi kelistrikan telah ditempatkan sejak sebulan terakhir untuk memastikan operasional berjalan lancar.

“Semua petugas sudah standby untuk mendukung operasional Pasar Pagi,” pungkas Nurrahmani. (Rfh)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *