
Samarinda, Kaltimedia.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur merilis data terbaru yang menunjukkan bahwa sektor usaha konstruksi di provinsi ini masih didominasi oleh perusahaan berskala kecil. Dari total 7.628 perusahaan yang tercatat dalam Kerangka Sampel Survei Perusahaan/Usaha Konstruksi 2025, sebanyak 6.504 perusahaan atau 85,26 persen dikategorikan sebagai perusahaan kecil.
Perusahaan berskala menengah berjumlah 1.085 usaha (14,22 persen), sementara perusahaan konstruksi besar menjadi yang paling sedikit, hanya 39 perusahaan atau 0,51 persen.
Data tersebut disampaikan oleh Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana, melalui publikasi Direktori Perusahaan Konstruksi Provinsi Kalimantan Timur 2025, yang dirilis resmi pada awal Desember 2025.
Yusniar menjelaskan, perusahaan skala kecil adalah usaha konstruksi dengan kemampuan keuangan minimal Rp300 juta serta penjualan tahunan hingga Rp2,5 miliar.
Distribusi perusahaan kecil ini pun tidak merata di seluruh wilayah Kaltim. Kota Samarinda tercatat sebagai daerah dengan jumlah terbanyak, yaitu 1.671 perusahaan atau 25,69 persen. Menyusul setelahnya adalah Kutai Timur (1.150) dan Kutai Kartanegara (1.092). Di wilayah perkotaan lain, seperti Balikpapan (994) dan Bontang (783), jumlah perusahaan kecil juga cukup tinggi.
Di level kabupaten, jumlah perusahaan kecil yang tercatat antara lain:
- Berau: 294 perusahaan
- Paser: 274 perusahaan
- Penajam Paser Utara: 161 perusahaan
Adapun wilayah dengan jumlah paling sedikit adalah Kabupaten Mahakam Ulu, dengan hanya 12 perusahaan, atau 0,18 persen.
“Data ini menunjukkan bahwa sektor konstruksi di Kalimantan Timur didominasi oleh perusahaan skala kecil, dengan konsentrasi terbesar berada di kota-kota utama dan kabupaten yang lebih berkembang,” ujar Yusniar. (Rfh)



