DPRD Kaltim Minta Pemprov Lebih Hati-Hati Soal Rencana Kolam Renang Internasional 2026

Gambar saat ini: Foto: Ilustrasi kolam renang yang sesuai dengan standar internasional untuk atlet. Sumber: Istimewa.
Foto: Ilustrasi kolam renang yang sesuai dengan standar internasional untuk atlet. Sumber: Istimewa.

Samarinda, Kaltimedia.com – Rencana Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud untuk membangun kolam renang berstandar internasional pada 2026 kembali menjadi sorotan. DPRD Kaltim menilai gagasan tersebut penting bagi kemajuan olahraga daerah, namun menegaskan bahwa kondisi fiskal saat ini menuntut pemerintah bersikap lebih realistis.

Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin, mengingatkan Pemprov agar tidak terburu-buru menetapkan proyek berskala besar tanpa kajian menyeluruh, terutama di tengah situasi keuangan yang diprediksi semakin ketat tahun depan. Pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat membuat kemampuan fiskal Kaltim menurun signifikan.

“Perencanaannya harus benar-benar matang. Kita harus memastikan apakah pembangunan itu memungkinkan dilakukan di tengah kondisi keuangan yang sedang tidak baik-baik saja,” ujarnya, Senin (8/12/2025).

Rencana pembangunan kolam renang internasional tersebut dikabarkan akan berlokasi di kawasan Hotel Atlet, Kompleks Gelora Kadrie Oening Samarinda. Fasilitas ini digadang-gadang menjadi pusat pembinaan atlet renang Kaltim sekaligus ruang olahraga baru yang dapat diakses masyarakat.

Walau memahami kebutuhan sarana olahraga yang representatif, Salehuddin menekankan bahwa aspek pembiayaan harus menjadi perhatian utama. Ia menyebut, APBD Kaltim 2026 yang diproyeksikan hanya sekitar Rp15,15 triliun menuntut pemerintah menyusun program prioritas yang lebih selektif dan terukur.

Oleh karena itu, ia mendorong Pemprov mempertimbangkan opsi yang lebih efisien, seperti melakukan renovasi atau peningkatan kapasitas fasilitas yang sudah tersedia, misalnya kolam renang GOR Segiri atau fasilitas olahraga di Palaran.

“Pertimbangannya perlu matang. Bisa jadi cukup memaksimalkan fasilitas yang ada terlebih dahulu,” katanya.

Meski menyoroti sejumlah aspek, Salehuddin menegaskan bahwa DPRD tidak menutup pintu dukungan. Selama kajian teknis, skema pembiayaan, serta potensi manfaatnya menunjukkan hasil positif, proyek tersebut tetap dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari pembangunan sektor olahraga Kaltim.

Ia berharap jika fasilitas ini benar terealisasi, keberadaannya tidak hanya mendorong prestasi atlet renang, tetapi juga membawa dampak ekonomi yang lebih luas bagi daerah.

“Jika jadi dibangun, kolam renang ini harus benar-benar memberi manfaat besar bagi pembinaan atlet dan masyarakat, serta mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tutupnya. (Rfh)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *