Samarinda Bersiap Sambut Penerbangan Internasional Perdana, Subandi Dorong Pembenahan Pariwisata Dipercepat

Gambar saat ini: Foto: Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi. Sumber: Rfh.
Foto: Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi. Sumber: Rfh.

Samarinda, Kaltimedia.com – Rencana beroperasinya penerbangan internasional langsung Kuala Lumpur–Samarinda di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto mendapat respons positif dari DPRD Kalimantan Timur. Langkah ini dinilai sebagai terobosan penting dalam memperluas konektivitas dan membuka peluang ekonomi baru bagi daerah.

Jika tak ada hambatan, rute internasional perdana tersebut ditargetkan mulai berjalan pada Februari 2026. Kehadiran penerbangan ini digadang-gadang menjadi momentum strategis bagi Samarinda untuk memperkuat posisinya sebagai kota yang semakin siap menerima arus wisatawan dan pelaku bisnis dari mancanegara.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi, menyatakan optimismenya bahwa Kota Tepian telah menunjukkan perkembangan signifikan dalam berbagai sektor penunjang, termasuk perhotelan, transportasi, dan layanan publik.

“Kita menyambut positif rencana penerbangan langsung Samarinda–Kuala Lumpur. Dari sisi kesiapan, saya melihat Samarinda saat ini sudah cukup luar biasa,” ujar Subandi saat ditemui, Senin (8/10/2025).

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kesiapan infrastruktur harus selaras dengan peningkatan kualitas sektor pariwisata. Menurutnya, percepatan pembenahan destinasi, aksesibilitas, dan fasilitas pendukung sangat penting agar dampak ekonominya benar-benar terasa oleh masyarakat.

“Harus ada destinasi baru dan layanan transportasi yang lebih efisien supaya turis merasa nyaman dan puas ketika berkunjung,” tegasnya.

Subandi turut menyoroti perubahan wajah kota yang sedang digarap pemerintah, seperti Teras Samarinda, revitalisasi Citra Niaga, kawasan Masjid Raya, dan penataan Tepian Mahakam. Ia menilai kehadiran spot-spot tersebut dapat memperkuat identitas wisata kota.

Tidak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya memaksimalkan potensi yang sudah ada, seperti Susur Sungai Mahakam dan Desa Budaya Pampang. Bahkan, Sungai Karang Mumus dinilainya memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi baru.

“Kalau Sungai Karang Mumus dibenahi dan dijadikan objek wisata, saya yakin itu bisa menambah PAD,” tambahnya.

Bandara APT Pranoto sendiri telah resmi menyandang status bandara internasional berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan KM 37/2025. Dengan status tersebut, pemerintah diberi batas waktu enam bulan untuk merealisasikan penerbangan internasional setelah penetapan. Malindo Air (Batik Air Malaysia) menjadi maskapai pertama yang menyatakan ketertarikannya melayani rute tersebut.

Seiring dengan itu, persiapan fasilitas bandara terus dipacu. Penataan area terminal kedatangan internasional tengah berlangsung, termasuk ruang untuk Imigrasi, Bea Cukai, serta penguatan kompetensi SDM untuk memenuhi standar layanan internasional.

“Setelah seluruh persiapan rampung, akan dilakukan verifikasi. Selanjutnya maskapai dapat mengajukan izin rute ke Kemenhub,” jelas Kepala Bandara APT Pranoto, I Kadek Yuli Sastrawan. (Rfh)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *