
Paser, Kaltimedia.com – Usai pelaksanaan Kejurnas Road Race Motoprox pada Oktober 2025 lalu, Pengurus Cabang Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Paser mulai menyusun sejumlah poin evaluasi untuk menyempurnakan event berikutnya.
Sekretaris IMI Paser, Zulkifli Kaharuddin, menjelaskan bahwa salah satu perhatian utama adalah keamanan lintasan di Sirkuit Tana Paser yang saat ini hampir tuntas pengerjaannya. Menurutnya, meski penyelenggaraan sebelumnya berjalan lancar, beberapa potensi kerawanan di lintasan baru terlihat setelah kejuaraan berlangsung.
“Namanya sirkuit baru kan kita belum tahu nih titik-titik yang rawan jatuh mana, terus yang resiko atau fatal yang mana enggak tahu. Tapi ya berkat event kemarin kami bisa tahu beberapa titik yang memang rawan. Nah, itu akan kami perbaiki, akan kami bikinkan safety lah untuk pengaman buat pembalap,” ucapnya.
Selain aspek keamanan, Zulkifli juga menyoroti keluhan masyarakat terkait tarif parkir kendaraan roda dua yang berkisar antara Rp5.000 hingga Rp10.000. Ia menegaskan bahwa penarikan parkir tersebut tidak dikelola oleh panitia IMI.
“Ya terus terang dari parkiran memang kami dari panitia itu dari IMI, tidak ada kontribusi atau menarik uang parkir atau uang parkir sampai ke kami panitia, itu tidak ada. Jadi murni diserahkan kepada pemerintah melalui Dishub dan dikelola oleh Dishub dengan beberapa pihak ketiga seperti ormas-ormas,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa IMI Paser tidak memungut biaya apa pun dari para pelaku UMKM yang berjualan di area sirkuit. Meski demikian, ia menilai perlu ada pembenahan terkait sejumlah titik pungutan yang muncul di lapangan.
“Yang jadi catatan kemarin, pertama masalah parkir itu ada beberapa titik pungutan, mungkin nanti akan kami coba terjun ke sana untuk mengevaluasi mereka lah biar besok lebih tertib lagi dan lancar lagi,” ujar pria yang akrab disapa Zoel Kahar tersebut.
Evaluasi juga mencakup penataan ulang lokasi UMKM, agar ke depan area berjualan lebih terpusat dan tertib.
“Begitu juga dengan UMKM, ada beberapa titik yang kami akan hilangkan dan akan kami fokuskan di satu titik nanti untuk UMKM biar bisa lebih fokus,” tambahnya.
Tidak hanya itu, IMI Paser juga menyiapkan langkah untuk membatasi akses masyarakat ke area paddock, demi kelancaran aktivitas tim dan pembalap.
“Imbauan, besok buat masyarakat khususnya penonton, di area paddock kami imbau untuk yang tidak berkepentingan untuk tidak masuk area paddock. Karena itu sangat mengganggu sama sekali untuk peserta, pembalap, dan juga tim untuk beraktivitas di paddock,” tegasnya.
Seluruh catatan evaluasi tersebut rencananya akan diterapkan pada Bupati Paser Open Road Race, yang dijadwalkan berlangsung pada 6–7 Desember 2025 di Sirkuit Permanen Kecamatan Tanah Grogot. (Dy)
Editor: Ang



