BPBD Balikpapan Imbau Warga Pesisir Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Ancaman Banjir Rob

BANJIR ROB – Ilustrasi banjir rob. BPBD Balikpapan meminta warga Pesisir meningkatkan kewaspadaan, terutama pada saat pasang tinggi yang kerap datang tanpa disadari.

BALIKPAPAN – Ancaman banjir rob di kawasan pesisir Balikpapan kembali menjadi perhatian serius.

Kepala Pelaksana BPBD BalikpapanUsman Ali, meminta warga Kampung Baru meningkatkan kewaspadaan, terutama pada saat pasang tinggi yang kerap datang tanpa disadari.

Kampung Baru dikenal sebagai salah satu titik rawan rob karena posisi wilayahnya yang rendah dan padat permukiman.

Kondisi ini membuat air pasang mudah masuk hingga mencapai kedalaman yang membahayakan. Bahkan, peristiwa rob sebelumnya pernah menelan korban jiwa.

“Rob ini bukan kejadian baru dan risikonya nyata. Wilayah padat seperti Kampung Baru perlu kewaspadaan ekstra. Orang tua juga harus lebih memperhatikan anak-anak balita, apalagi di kawasan Barat banyak jembatan dan genangan air,” ujar Usman.

Ia menegaskan bahwa pasang tinggi tidak selalu mudah diprediksi masyarakat, sehingga informasi peringatan dini menjadi hal penting.

BPBD terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memastikan warga dapat melakukan persiapan lebih cepat sebelum kondisi memburuk.

Selain ancaman keselamatan, rob membawa dampak lain seperti masuknya limbah dan sampah ke rumah warga.

Lantai yang licin dan kualitas lingkungan yang memburuk dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Usman juga mengingatkan bahwa kejadian rob lebih sering meningkat pada malam hari ketika warga tertidur. Kondisi ini membuat potensi keterlambatan evakuasi menjadi lebih tinggi.

BPBD Balikpapan mengimbau masyarakat pesisir untuk aktif memantau informasi cuaca, memperhatikan lingkungan sekitar, serta melaporkan bila ada kondisi mencurigakan yang berpotensi menimbulkan bahaya.

Kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalkan dampak rob di kota Balikpapan. Usman Ali mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat hujan dan banjir terjadi. Imbauan ini diberikan agar anak tidak bermain di area berair maupun di dekat parit yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Usman Ali mengatakan masih banyak anak yang menganggap banjir sebagai kesempatan untuk bermain air. Padahal, kondisi tersebut dapat berisiko tinggi karena arus air yang deras dapat menyeret dan membahayakan mereka. “Kadang-kadang banjir ini dianggap kesenangan oleh anak-anak karena bisa bermain air, tetapi mereka tidak sadar arus yang lewat cukup deras,” ujarnya.

Ia menegaskan, peran orang tua sangat penting dalam mencegah terjadinya kecelakaan yang tidak diinginkan. Pengawasan harus ditingkatkan terutama ketika hujan lebat turun, sehingga anak tidak menghampiri parit, sungai kecil, atau genangan berarus.

BPBD Balikpapan saat ini melakukan berbagai langkah pencegahan, termasuk sosialisasi langsung kepada masyarakat. Selain itu, BPBD juga meminta dukungan media untuk turut menyampaikan imbauan agar risiko musibah dapat diminimalkan. “Kami minta media juga membantu mensosialisasikan hal ini sehingga dampaknya bisa diminimalkan,” katanya.

Sejumlah titik rawan banjir di Balikpapan perlu mendapatkan perhatian khusus, seperti di Jalan MT Haryono, Jalan Beller, Sepinggan, Damai, Batakan, serta kawasan sekitar Stadion Batakan. Selain itu, wilayah Perumahan Sosial Batu Ampar dan Karang Anyar juga kerap terdampak. (adv/pry) 

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *