
PADAMKAN API – Petugas gabungan BPBD Balikpapan memadamkan api yang membakar rumah dua lantai di Jalan Balikpapan Regency, Kamis (6/11/2025). Sumber foto: BPBD Kota Balikpapan
BALIKPAPAN – Dalam dua pekan, Kota Balikpapan terjadi insiden kebakaran sebanyak lima kali. Kejadian pertama tercatat pada Sabtu (25/10/2025) sampai Kamis (6/11/2025).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan mencatat kebakaran besar di Kelurahan Baru Ilir, Balikpapan Barat, pada Sabtu (25/10/2025) pagi.
Kemudian kebakaran di Sepinggan, Balikpapan Selatan pada Minggu (2/11/2025) yang menewaskan sepasang lansia.
Lalu pada hari Rabu (5/11/2025) terjadi kebakaran gudang popok di kawasan Pasar Baru, Balikpapan Kota.
Bahkan hari ini, Kamis (6/11/2025), kebakaran terjadi di kawasan Indrakila, Balikpapan Utara yang menghanguskan dua ruko dan sebuah rumah di Perumahan Regency Balikpapan Selatan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Balikpapan, Bambang Subagya, mengungkapkan kebakaran tidak melihat kondisi cuaca. Meskipun cuaca beberapa hari terakhir hujan, namun potensi kebakaran tetap saja ada.
“Jadi memang walaupun sekarang ini prediksinya adalah musim hujan, tetapi tidak menutup kemungkinan kejadian kebakaran itu potensinya cukup lumayan,” ungkap Bambang kepada Nomorsatukaltim, Kamis 6 November 2025.
Faktor kebakaran terjadi akibat faktor kepadatan penduduk. Faktor tersebut terjadi di Kelurahan Baru Ilir.
“Apakah dia lalai dalam penggunaan listrik yang berlebihan? Atau dia mau pergi, lupa mematikan sesuatu dan segala macam. Tetapi penyebab itu nantinya teman-teman dari kepolisian yang melakukan penyelidikan,” tegasnya.
Adapun selama 5 kejadian yang terjadi selama berturut-turut ini, penanganan paling sulit adalah di wilayah Kelurahan Baru Ilir.
Tingkat kepadatan penduduk dan akses jalan yang sempit, jadi kendala pemadaman.
Disusul dengan kejadian kebakaran di sebuah gudang yang berada di Pasar Baru, Balikpapan Kota. Bambang menjelaskan, api pada waktu itu berhasil dikuasai selang 3-4 jam.
Untuk proses pendinginan, kata Bambang, hal itu dilakukan bisa sampai cukup lama, tergantung material yang terbakar.
“Karena memang ruko itu berisi bahan-bahan yang mudah terbakar. Salah satunya adalah popok bayi,” tuturnya.
Sementara untuk kebakaran yang di Sepinggan, Balikpapan Selatan, pihaknya menjelaskan bahwa pada saat BPBD menerima laporan, api sudah terlanjur membesar. Pada kejadian ini lah, dua lansia diketahui menjadi korban. Dari serangkaian kejadian ini, kerugian materiil ia taksir mencapai miliaran rupiah.
“Kemarin yang dua ruko di Pasar Baru itu, kami tanya, salah satu ruko itu aset di dalamnya sudah hampir 5 miliar,” ujar Bambang.
Maka dari itu, BPBD Balikpapan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran, meski prediksi kota ini tengah memasuki musim hujan.
Sebagai langkah pencegahan, BPBD Balikpapan pun menggagas ide agar setiap rumah memiliki satu kader mitigator dari anggota keluarga.
Kader tersebut, kata Bambang, bertugas mengingatkan hal-hal sederhana yang berpotensi menimbulkan kebakaran, seperti mematikan api setelah memasak atau mencabut colokan ponsel yang sudah penuh.
Pihaknya berharap langkah ini dapat menumbuhkan budaya kewaspadaan di tingkat keluarga sehingga risiko kebakaran bisa ditekan.
“Kalau ada satu yang mengingatkan, mungkin lama-lama akan terbiasa. Jadi budaya dalam rumah tangga itu seperti itu, saling mengingatkan,” pungkas Bambang. (adv/pry)



